Tingkatkan Pembinaan Spiritual Warga Binaan, Penyuluh Agama Islam KUA Banjarnegara Berikan Kajian Salat Duha bagi Napi Perempuan

Banjarnegara (Humas) – Dinding beton dan jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi para warga binaan perempuan di Rumah Tahanan (Rutan) Banjarnegara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Suasana haru dan penuh kekhusyukan begitu terasa saat Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, hadir memberikan kajian spiritual khusus di blok wanita pada hari Kamis pagi (4/6).

Dalam upaya meningkatkan pembinaan mental dan rohani para warga binaan, penyuluh menyampaikan kajian bertajuk “Tata Cara dan Keutamaan Salat Duha”. Program ini dirancang khusus untuk memberikan bekal spiritual serta ketenangan jiwa bagi para narapidana perempuan selama menjalani masa hukuman.

Di hadapan belasan warga binaan, Penyuluh Agama KUA Banjarnegara menjelaskan secara detail dan praktis tata cara salat Duha yang benar. Lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban ibadah. “Salat Duha memiliki kedahsyatan luar biasa sebagai sarana penggugur dosa, pembuka pintu kemudahan, dan terapi ketenangan hati,” tutur penyuluh.

“Tempat ini mungkin membatasi ruang gerak fisik Ibu-Ibu sekalian, tetapi jangan biarkan ia membatasi kedekatan kita dengan Allah. Salat Duha adalah momentum terbaik untuk mengadu, memohon ampunan, dan menjemput ketenteraman jiwa yang hakiki,” tambahnya dengan nada humanis yang menyentuh hati.

Pesan yang disampaikan dengan penuh empati tersebut membuat beberapa warga binaan tak kuasa menahan air mata. Mereka mengaku mendapatkan secercah harapan baru untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran hidup yang lebih baik (hijrah).

Kajian ini tidak berhenti pada teori semata; acara ditutup dengan praktik gerakan dan bacaan doa salat Duha bersama. Pihak Rutan dan KUA Banjarnegara berharap, lewat istikamah menjalankan salat Duha, para napi perempuan ini tidak hanya meraih kedamaian di dalam tahanan, tetapi juga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang religius dan berakhlak mulia.