Banjarnegara (Humas) – Hingga Jumat (21/11) total korban bencana tanah longsor yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, terus bertambah. Data terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 10 korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara 2 body part juga berhasil dievakuasi oleh tim SAR di lokasi kejadian. Temuan ini menunjukkan betapa beratnya dampak longsor yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dengan semakin bertambahnya korban, kebutuhan relawan pemulasaran jenazah pun meningkat. Relawan lokal yang sejak awal bekerja tanpa henti selama empat hari berturut-turut mulai mengalami kelelahan fisik dan mental. Melihat kondisi tersebut, KUA Pejawaran dan KUA Karangkobar mengirimkan relawan tambahan untuk memperkuat Satgas Pemulasaran Jenazah Pos Keagamaan.
Kehadiran relawan baru ini sangat membantu mengurangi beban tim lokal yang sudah bekerja dalam tekanan tinggi, mengingat pemulasaran jenazah harus dilakukan secara cepat dan sesuai syariat. Para relawan dari Pejawaran dan Karangkobar langsung bergabung dalam aktivitas pemulasaran mulai dari memandikan, mengkafani, menshalati, hingga membantu proses penguburan korban.

Koordinator Pos Keagamaan, Mutolib, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap bantuan lintas wilayah tersebut.
“Teman-teman relawan lokal sudah bekerja luar biasa selama empat hari. Kehadiran relawan dari Pejawaran dan Karangkobar sangat membantu meringankan tugas pemulasaran, terutama ketika penemuan korban semakin bertambah,” ujarnya.
Di lapangan, situasi masih dinamis. Proses pencarian oleh tim SAR terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu. Setiap korban yang ditemukan langsung ditangani dengan prosedur pemulasaran di Pos Keagamaan, sebelum diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Masyarakat dan keluarga korban menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap para relawan pemulasaran, baik dari Pandanarum maupun wilayah lain. Kehadiran mereka dianggap sangat membantu mempercepat proses penanganan korban dan memberi ketenangan bagi keluarga yang tengah berduka.
Pos Keagamaan akan tetap siaga 24 jam hingga seluruh proses pencarian dan identifikasi korban longsor Situkung selesai dilakukan. Kolaborasi antar-KUA, relawan lintas wilayah, serta instansi terkait diharapkan terus memperkuat penanganan bencana yang tengah berlangsung.
(ev/ azd)

