UMBK, MIM Kasmaran Pagentan Siapkan Fasilitas bagi Siswa yang Tak Miliki Perangkat Ujian

Banjarnegara – Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Banjarnegara  dilaksanakan serentak mulai hari ini, Rabu, (11/5/2022). Tak terkecuali juga di MIM Kasmaran.

Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh madrasah sebagai institusi pendidikan formal yang mendapat pengaruh langsung dari kemajuan tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan UMBK dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 11-18  Mei 2022. Di MI Kasmaran jumlah peserta Ujian Madrasah (UM) keseluruhannya 11 orang. Sehingga kalau dirinci berdasarkan jenis kelamin yakni peserta ujian laki-laki 5 orang, dan yang perempuan 6 orang.

UM tahun 2022 dilaksanakan cukup berbeda dengan pada tahun-tahun sebelumnya, penggunaan aplikasi ujian menjadi pembeda.

Penggunaan aplikasi ujian memberikan banyak manfaat, diantaranya peserta didik dianjurkan mahir menggunakan teknologi, hemat biaya dan mengurangi sampah kertas serta sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih.

Alfiatun, selaku Kepala Madrasah  MIM Kasmaran  mengatakan, sekarang ini era digitalisasi tuntunan jaman. “Pertama, jelas kalau masih manual kapan kita mau melatih anak-anak untuk berdigitalisasi. Yang kedua, kita sudah tidak menggunakan kertas, efektif biaya penggandaan, kalau kertas selesai ujian jadi sampah. Nah dengan aplikasi ujian ini salah satu tujuan utama ya kita peduli lingkungan mengurangi sampah”.

“Kalau menggunakan kertas atau manual setelah selesai ujian kadang anak-anak kalau kertas ujian dikumpulkan di sekolah akan menjadi sampah di sekolah, kalau kertas ujian dibawa pulang biasanya anak-anak itu dihambur begitu saja”, lanjutnya.

Ketua panitia ujian Madrasah menambahkan terkait alat yang dipakai peserta didik saat mengikuti ujian berbasis komputer beragam, baik itu menggunakan handphone, laptop dan komputer.

“Kalau di aplikasi ujian ini ada yang bisa menggunakan laptop ada juga yang menggunakan HP tergantung dari siswanya. Bisa pakai laptop, pakai HP, pakai komputer,” tambah Ismail , selaku ketua panitia UM.

“Kalau memang ada siswa tidak memiliki fasilitas untuk digunakan, ada fasilitas, perangkat yang disiapkan dari sekolah yang akan digunakan oleh siswa tersebut,” tutup Ismail

Bagikan :
Translate »