Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan karakter siswa melalui Gerakan Pramuka. Pada Jumat (1/8/) Madtsansa menyelenggarakan upacara pelantikan Pramuka Penggalang Ramu di lapangan indoor madrasah. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini diikuti oleh calon Dewan Penggalang dari berbagai kelas.
Dipimpin langsung oleh Ikhsanudin, selaku Pembina Ekstrakurikuler Pramuka MTsN 1 Banjarnegara Gugus Depan 06-219 dan 06-220, upacara pelantikan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kepramukaan para peserta.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengakuan terhadap proses pembinaan yang telah mereka lalui. Pramuka Penggalang Ramu adalah tahap awal dalam struktur kepramukaan, yang menjadi fondasi pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kepemimpinan,” jelas Ikhsanudin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Ikhsanudin menyampaikan bahwa melalui kegiatan Pramuka, siswa tidak hanya diajarkan tentang baris-berbaris atau tali-temali, tetapi juga nilai-nilai kemandirian, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita ingin para penggalang ini tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, siap menghadapi tantangan zaman, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Turut hadir dan mendampingi dalam pelantikan tersebut, Yuliana Rahmanti, salah satu Pembina Pramuka MTsN 1 Banjarnegara. Dalam wawancara singkat, Yuliana menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bentuk pendidikan karakter nonformal yang sangat efektif.
“Kegiatan Pramuka, khususnya pelantikan ini, membentuk rasa percaya diri siswa. Mereka belajar untuk disiplin, bersikap sopan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Kami bersyukur, antusiasme peserta begitu tinggi. Mereka telah melalui rangkaian latihan, ujian SKU, dan menunjukkan kesiapan untuk dilantik,” ungkap Yuliana.
Kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para calon penggalang yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat Ramu menjalani prosesi pelantikan dengan mengenakan seragam lengkap. Usai pengucapan ikrar dan penyematan tanda kecakapan, terlihat senyum bangga di wajah para peserta.
Salah satu peserta, Shafa Zalika Lorenia, siswa kelas VIII yang baru dilantik, mengungkapkan rasa haru dan bangganya bisa menjadi bagian dari Dewan Penggalang.
“Saya sangat senang akhirnya bisa dilantik. Rasanya campur aduk, senang, bangga, dan juga lebih semangat untuk aktif di kegiatan Pramuka. Saya ingin bisa menjadi contoh yang baik untuk teman-teman,” ujarnya.
Senada dengan Raffasya Aufa Putra, peserta lainnya, Aisyamara Azarine Ramadhani, juga merasa sangat berkesan dengan momen pelantikan ini.
“Pelatihannya memang cukup melelahkan, tapi banyak hal yang saya pelajari. Sekarang setelah resmi dilantik, saya ingin lebih banyak belajar tentang kepramukaan, khususnya tentang kepemimpinan dan kerja tim,” ucap Aisyamara penuh semangat.
Usai upacara pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi dan refleksi bersama para pembina. Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai momen tersebut, memperlihatkan eratnya hubungan antara kakak pembina dan adik-adik penggalang.
Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang pembinaan karakter di Madtsansa. Dengan pelatihan dan pendampingan yang konsisten, diharapkan para penggalang mampu mengemban amanah sebagai anggota Pramuka yang berjiwa patriotik, tangguh, dan berintegritas. (Fy/La)







