Upacara Senin Berbahasa Inggris, MIFABARA Padukan Bilingual dengan Pendidikan Karakter

Banjarnegara – Senin pagi di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali diwarnai dengan pelaksanaan upacara rutin. Namun, kali ini suasana upacara terasa berbeda. Kelas 5C mendapat kesempatan menjadi petugas upacara dengan konsep yang unik dan edukatif, yakni seluruh rangkaian upacara disampaikan menggunakan bahasa Inggris, mulai dari protokol hingga penyampaian amanat pembina upacara.(7/9)

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya MIFABARA dalam mendukung dan menguatkan program bilingual yang dikembangkan di lingkungan madrasah. Upacara tidak hanya menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kedisiplinan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang praktik berbahasa Inggris secara nyata.

Dengan penuh percaya diri, para petugas dari kelas 5C menjalankan tugasnya menggunakan bahasa Inggris di hadapan seluruh peserta upacara. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk melatih keberanian berbicara, penguasaan kosakata, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Bertindak sebagai pembina upacara, Miss Nila juga menyampaikan amanat dalam bahasa Inggris. Pesan yang disampaikan berfokus pada salah satu karakter penting dalam kehidupan, yaitu kedisiplinan.

Dalam amanatnya, Miss Nila menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci kesuksesan di masa mendatang. Namun, disiplin yang sesungguhnya bukanlah disiplin yang muncul karena takut kepada guru atau orang tua.

Discipline is the key to success. True discipline comes from self-awareness, not because someone is watching us. We should be disciplined because we understand that discipline will help us achieve our dreams,” pesan Miss Nila dalam amanatnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh siswa bahwa kedisiplinan seharusnya tumbuh dari dalam diri. Datang tepat waktu, menaati aturan, menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap kewajiban merupakan bentuk disiplin yang dilakukan bukan semata-mata karena ada guru atau orang tua yang mengawasi.

Sebab, ketika seseorang mampu membangun disiplin dari kesadaran dirinya sendiri, ia sedang belajar menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Dari lapangan upacara, MIFABARA kembali menanamkan sebuah pesan sederhana: belajar bahasa adalah tentang keberanian untuk mencoba, sementara belajar disiplin adalah tentang kesadaran untuk bertanggung jawab.

Bilingual semakin hidup, karakter semakin kuat. Dari MIFABARA, tumbuh generasi yang berani berkomunikasi, disiplin dalam melangkah, dan siap menjemput masa depan.(nas)