Waka Kurikulum MTs Negeri 2 Banjarnegara: Yuk Koreksi Diri dan Jadikan Semangat Baru Di Tahun Ajaran Baru

Banjarnegara – Awal tahun ajaran baru merupakan tahun ajaran baru menerima peserta didik baru dan peserta didik tersebut mendapatkan pelajaran yang baru yang sebelumnya dia tidak pernah mengerti. Setiap tahun ajaran baru dipastikan setiap sekolah ataupun madrasah pasti ada perubahan tugas dalam proses pergantian tahun pembelajaran. Begitu juga di MTs Negeri 2 Banjarnegara pada hari Rabu (12/07) telah diadakan rapat pembagian tugas bagi bapak ibu guru pegawai dan tenaga kependidikan.

SK Pembagian Tugas Mengajar adalah Surat Keputusan yang ditetapkan oleh Kepala Madrasah guna memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di madrasah. Pembagian tugas mengajar ini harus ditetapkan melalui musyawarah mufakat tenaga kependidikan, dewan guru dan kepala sekolah.

SK Pembagian Tugas Mengajar (PTM) merupakan dokumen yang wajib dibuat madrasah maupun sekolah pada awal tahun pelajaran. Dokumen ini menjadi bukti bahwa guru atau tenaga kependidikan masih aktif menjalankan tugasnya di lembaga yang bersangkutan. SK PTM berisi beban mengajar guru di madrasah/sekolah serta tugas tambahan lainnya, seperti membina kegiatan ekstrakurikuler, membimbing pembiasaan, tugas administrasi dan sebagainya.

Wangid Sunandar selaku Wakil Kepala Madrasah urusan Kurikulum menyampaikan satu persatu tugas guru dan tenaga kependidikan dengan jelas, dan menegaskan bahwa semua tugas guru yang dismapaikan sesuai dengan pemerataan dan kemampuan para bapak dan ibu guru.

“Semua tugas guru sudah sesuai dengan pemerataan dan kemampuan para bapak dan ibu guru. Jika ada perubahan dengan tugasnya jadikan sebagai semangat diri dan mau merubah yang lebih baik di tahun pelajaran yang akan dilalui,”tegas Wangid Sunandar.

Diakhir pembagian tugas Ratna Ayu Kartika Wulan selaku kepala Madrasah juga menegaskan kembali untuk bisa laksanakan tugas bapak/ibu guru secara bersama-sama atau sengkuyung atau secara bergotong royong demi kemajuan madrasah.

“Monggo bapak/ibu guru secara bersama-sama atau ikut nyengkuyung demi kemajuan madrasah,”pungkas Kepala Madrasah. (en)