Banjarnegara – Dua guru MI Al Fatah, Arif Wahyulloh dan Fitri, berkesempatan mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Desain Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Banjarnegara.(26/9)
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Madrasah Ibtidaiyah dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam. Workshop berlangsung di Hotel Surya Yudha Banjarnegara, dengan dua gelombang pelaksanaan: Guru Kelas III pada Jumat–Sabtu, 19–20 September 2025, diikuti oleh Arif Wahyulloh bersama 90 peserta lainnya dan Guru Kelas VI pada Jumat–Sabtu, 26–27 September 2025, akan diikuti oleh Fitri bersama 86 peserta lainnya.
Dua narasumber nasional, Sri Sukarni Katamwatiningsih dan Ratna Prilianti menyampaikan materi yang sangat aplikatif mengenai filosofi KBC dan strategi pembelajaran kreatif berbasis deep learning.
Arif Wahyulloh mengungkapkan rasa antusiasnya setelah mengikuti sesi pertama. “Workshop ini memberikan banyak inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran yang penuh kasih sayang sekaligus menantang siswa berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Fitri, guru kelas VI MI Al Fatah, menyatakan kesiapan menghadiri sesi kedua. “Saya tak sabar mempelajari pendekatan baru yang dapat menumbuhkan karakter dan kecintaan belajar pada anak-anak,” katanya.
Arif dan Fitri merencanakan untuk mengimbaskan berbagai materi penting kepada seluruh guru MI Al Fatah, antara lain: Prinsip Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, Desain Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta (dua produk: RPP PM dan RPP PM KBC), Praktik Penyusunan Desain Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam Kurikulum Cinta berbantuan AI, Review Desain Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam Kurikulum Cinta, Asesmen Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam Kurikulum Cinta, Penyusunan Asesmen Pembelajaran pada Pembelajaran Mendalam Kurikulum Cinta berbantuan AI.
Kepala MI Al Fatah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan kedua guru. “Kami bangga Arif dan Fitri dapat mengikuti workshop penting ini. Semoga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dan dibagikan kepada guru-guru lain demi kemajuan madrasah,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop KBC dan Deep Learning ini, MI Al Fatah berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter cinta dan empati pada peserta didik.(nas)







