Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara terus meneguhkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah melalui kegiatan Baca Senyap, yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin pekan genap atau Senin khusus pada jam pelajaran pertama. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/10) ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari kelas VII hingga IX dengan penuh antusias.
Selama 40 menit, seluruh warga madrasah larut dalam suasana hening penuh konsentrasi. Para siswa tampak asyik membaca buku pilihan mereka mulai dari novel, komik edukatif, hingga bacaan nonfiksi populer dengan wajah serius namun tenang. Suasana madrasah berubah menjadi ruang literasi yang hidup, di mana setiap sudut kelas memancarkan semangat membaca yang kuat.
Kepala Madrasah H. Yatiman menyampaikan bahwa kegiatan Baca Senyap menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah literat yang mampu melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat.
“Budaya literasi adalah fondasi penting dalam pendidikan. Melalui kegiatan Baca Senyap, kami ingin menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan karakter kuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah, yaitu terwujudnya generasi islami, cerdas dan berbudaya lingkungan. Dengan membaca secara rutin, siswa dilatih untuk berpikir kritis, memiliki empati sosial, serta mampu mengekspresikan gagasannya secara baik.
Sementara itu, H. Bambang Naryanto, Kepala Perpustakaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, menegaskan bahwa Baca Senyap menjadi momentum penting bagi perpustakaan untuk berperan lebih aktif.
“Kami tidak hanya menyediakan buku, tapi juga berusaha mendekatkan siswa pada dunia literasi. Baca Senyap adalah momen yang membuat perpustakaan menjadi pusat kegiatan membaca. Anak-anak kini semakin sering datang untuk mencari bacaan yang menarik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak perpustakaan terus memperbarui koleksi buku dan memperluas ragam bacaan yang sesuai dengan minat siswa agar mereka tidak bosan dan semakin mencintai kegiatan membaca.
Koordinator Literasi Madrasah, Widi Widayati, menyampaikan bahwa Baca Senyap merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter siswa melalui kebiasaan positif.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang membaca, tapi juga menumbuhkan disiplin, ketenangan, dan fokus. Kami ingin menciptakan ruang damai di awal pekan, agar anak-anak lebih siap menghadapi kegiatan belajar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan literasi di Madtsansa tidak berhenti pada Baca Senyap, tetapi juga diikuti dengan berbagai program lain seperti book talk, pojok baca kelas, dan lomba-lomba literasi. Semua kegiatan tersebut didesain untuk menghidupkan ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari para wali kelas yang menjadi pendamping utama kegiatan ini di kelas masing-masing. Erma Ratnaningrum, salah satu wali kelas, menilai bahwa Baca Senyap membawa dampak positif bagi siswa.
“Setelah membaca, anak-anak jadi lebih tenang dan siap belajar. Kelas terasa lebih fokus dan nyaman. Kami juga jadi lebih dekat dengan siswa karena bisa berbagi cerita tentang buku yang mereka baca,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Tak hanya guru, siswa pun merasakan manfaat kegiatan tersebut. Agil, siswa kelas 7E, mengaku senang dengan program ini.
“Saya suka membaca buku petualangan dan sains. Seru banget bisa membaca bareng teman-teman. Kadang kami tukar-tukaran buku juga. Jadi setiap Senin rasanya menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan Baca Senyap, MTs Negeri 1 Banjarnegara berupaya menanamkan nilai-nilai literasi sebagai bagian dari budaya madrasah. Tidak hanya membaca untuk tahu, tetapi membaca untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang berkarakter.
“Kami ingin literasi menjadi bagian dari napas kehidupan di madrasah ini. Dengan membaca, siswa belajar memahami dunia, menghargai perbedaan, dan menyiapkan diri menjadi generasi unggul yang membawa nama baik Madtsansa di tingkat nasional maupun internasional.” pungkas H. Yatiman.
Dengan semangat Madtsansa Juara dan Madtsansa Semakin Mendunia, kegiatan Baca Senyap menjadi wujud nyata dari madrasah yang tidak hanya mendidik dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter melalui budaya membaca yang mengakar kuat. (Fy/La)







