Banjarnegara (Humas) — Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah Bulu Pagentan mendapatkan pencerahan mendalam mengenai etika sosial dan niat tulus dalam berinteraksi melalui kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan. Acara yang dihadiri oleh 30 orang anggota ini diselenggarakan pada hari Kamis (30/10/2025) bertempat di Gedung TPQ Al Hikmah Bulu Pagentan.
Bimbingan penyuluhan ini secara langsung disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, dengan mengusung tema yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu “Hati-Hati Jika Berbasa-Basi”. Dalam paparannya, Syaiful Abidin menekankan pentingnya kejujuran niat dalam setiap tawaran dan perkataan yang disampaikan kepada orang lain, khususnya dalam konteks menawarkan bantuan atau sesuatu yang bernilai.
Syaiful Abidin menjelaskan bahwa seringkali masyarakat terjebak dalam kebiasaan “basa-basi” yang tidak disertai niat sungguh-sungguh, dan hal ini dapat menimbulkan kekecewaan di kemudian hari, baik bagi diri sendiri maupun orang yang diajak berinteraksi.
“Menawarkan sesuatu bukan sekadar basa-basi, tetapi karena memang ingin berbagi,” tegas Syaiful Abidin. “Sehingga ketika orang yang ditawari itu mau, hati kita senang dan bahagia, tidak malah kecewa.”
Ia melanjutkan, praktik basa-basi yang tidak tulus ini berpotensi merusak hubungan dan menciptakan prasangka buruk. Seorang Muslim diajarkan untuk selalu berbuat baik dan menepati janji, bahkan dalam hal-hal kecil seperti menawarkan makanan atau minuman. Niat yang tulus akan tercermin dari respons hati saat tawaran tersebut diterima. Apabila timbul rasa kecewa, itu menjadi indikasi bahwa tawaran tersebut hanyalah formalitas semata, bukan datang dari ketulusan ingin berbagi.
Ketua MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan, Septiana Puji Rahayu, menyambut baik materi penyuluhan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Ia menilai tema tersebut sangat mengena dan penting untuk diamalkan dalam kehidupan sosial anggota majelis taklim.
“Materi tentang ketulusan niat dan bahaya basa-basi kosong ini adalah pengingat berharga bagi kami semua,” ujar Septiana Puji Rahayu. “Kami sering tidak sadar bahwa apa yang kami anggap sepele seperti basa-basi ternyata bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar, dan sebaliknya bisa menjadi sumber kekecewaan jika hanya formalitas. Kami berharap ilmu ini dapat kami aplikasikan, sehingga pergaulan dan silaturahmi di antara kami semakin didasari oleh ketulusan.”
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini berlangsung dengan interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait praktik basa-basi yang sering mereka temui. Penyelenggaraan kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus memperkuat pemahaman keagamaan serta meningkatkan kualitas akhlak dan interaksi sosial anggota MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan.
(msa/ azd)







