Banjarnegara – Dongeng adalah cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, sering kali penuh khayalan, tidak masuk akal, dan biasanya memiliki tujuan untuk menghibur serta menyampaikan nilai moral dan pendidikan. Contoh jenis-jenis dongeng yaitu fabel, legenda, mite(mitos) dan parabel. Jumat lalu di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) mengadakan acara mendengarkan dongeng, yang acara tersebut merupakan salah satu program dari mahasiswa PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) dari Tunas Bangsa.(7/11)
Bertemakan Kejujuran dan pertemanan dongeng jenis Fabel berjudul Rahasia di hutan bambu. Dongeng tersebut mengisahkan persahabatan empat ekor binatang yang berbeda. Yaitu ada Gajah yang bernama Gogi, Panda yang bernama Fino (si penyuka makan bambu, penyabar, dan gemoy), Katak bernama Kiko (yang suka melompat dan menyanyi), dan Monyet bernama Momo (yang suaranya melengking, suka melompat, manjat, juga jail).
Keempat binatang tadi sedang asyik bermain ditepi sungai, ada yang nyanyi melompat-lompat dan berceloteh dengan riangnya.
Tata cara lomba cari bambu harus mengutamakan kejujuran dan berlatar di hutan. Singkat cerita ketika Gogi, Fino, Kiko sedang sibuk berlomba mencari bambu emas, Momo sang Monyet tiba-tiba menemukan bambu emas mainan di sebuah desa yang terletak tidak jauh dari hutan. Ide membawa mainan bambu emas pasti menang karna sangat mirip. Akhirnya dibawalah bambu emas mainan itu ke bibi Kura-kura sang penjaga hutan. Tepuk tangan dari bibi kura-kura penjaga hutan pun terdengar ketika Momo menunjukkan bambu emas mainan. Dan bunyi lonceng tanda permainan berhenti.
Gogi, Fino, Kiko akhirnya berkumpul, tiba-tiba Gogi berkata “Momo, apa benar itu bambu emas? Kami tidak melihat Momo dihutan selama lomba pencarian bambu. Dan itu bambu seperti mainan, Momo apakah benar?,” tanya Gogi penasaran.
Momo diam merasa bohong kepada teman-temannya.
“aku menemukan bambu emas mainan ini di desa, mainan anak-anak di desa. Aku minta maaf sudah berbohong, apakah kalian mau memaafkan aku dan masih mau berteman denganku?,”jawab Momo dengan penuh penyesalan.
“semua akan menerima kesalahanmu, terimakasih sudah mengakui kesalahan mu, kami pasti akan tetap berteman denganmu Momo,” jawab Gogi sang Gajah yang baik hati.
Dari dongeng tersebut dapat diambil pesan moralnya. Bahwa kita tidak boleh berbohong dalam hal apapun, dan ketika bersalah sebaiknya segera meminta maaf. Penyampaian dongeng oleh Elyvia Widyaswarani yang merupakan dosen STIT Tunas Bangsa Banjarnegara tersebut sangat mengesankan, terlihat antusias anak-anak ketika diberi pertanyaan. Harapannya pesan moral dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.(NF)







