Banjarnegara – Kelas 5D MIFABARA kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam rangka penguatan literasi. Pada pembelajaran kali ini, siswa dilatih menulis melalui metode literasi berantai, yaitu kegiatan menulis kolaboratif di mana setiap siswa menyambung kalimat yang ditulis teman sebelumnya sehingga menghasilkan sebuah teks cerita yang runtut dan padu.(21/11)
Menariknya, media menulis yang digunakan bukan buku atau kertas seperti biasanya, melainkan kardus bekas yang sudah disiapkan oleh guru. Kardus-kardus tersebut di pajang di papan peraga sehingga lebih mudah digunakan sebagai media tulis. Selain menambah keseruan dalam belajar, penggunaan kardus bekas juga menjadi langkah kreatif untuk memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai namun tetap bernilai edukatif.
Kegiatan dimulai ketika guru memberikan satu topik sebagai ide pokok cerita. Siswa kemudian menuliskan satu kalimat pada kardus tersebut, lalu secara bergantian teman berikutnya untuk dilanjutkan. Setiap anak menambahkan kalimat baru yang terhubung dengan kalimat sebelumnya, sehingga tercipta cerita yang kaya imajinasi dan berkembang secara alami dari banyak sudut pandang.
Wali kelas 5D,Nani, menjelaskan bahwa kegiatan literasi berantai ini melatih banyak aspek sekaligus.
“Dengan metode ini, anak-anak belajar berpikir runtut, berkreasi, dan juga bekerja sama. Media kardus bekas sengaja kami gunakan untuk menambah pengalaman belajar yang berbeda dan membuat mereka lebih semangat,” ujarnya.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, turut memberikan suport atas inovasi guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.
“Kami sangat mendukung kegiatan literasi yang memadukan kreativitas, kolaborasi, dan pemanfaatan barang bekas. Anak-anak jadi belajar tidak hanya menulis, tetapi juga berinovasi dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Siswa terlihat sangat antusias membaca hasil cerita yang mereka susun bersama. Cerita-cerita yang penuh imajinasi.
Melalui kegiatan literasi berantai dengan media kardus bekas ini, MIFABARA tidak hanya menguatkan kemampuan menulis siswa, tetapi juga menanamkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kemampuan bekerja sama dalam satu pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna.(nas)







