Belajar Sambil Bermain, Siswa Kelas 3D Manfaatkan Waktu Istirahat dengan Permainan Tradisional

Banjarnegara – Waktu istirahat di kelas 3D menjadi lebih bermakna dan penuh keceriaan. Para siswa tidak hanya menggunakan waktu untuk jajan atau bercengkerama, namun juga diajak belajar sambil bermain melalui kegiatan permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran Seni Budaya. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh wali kelas 3D, Mufida Fatma, dan berlangsung dengan suasana yang sangat antusias.(4/12)

Beragam permainan tradisional diperkenalkan dan dimainkan oleh siswa, seperti kelereng, dakon, dan lompat tali. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap permainan secara bergantian. Selain melatih ketangkasan fisik, kegiatan ini juga mengajarkan siswa tentang nilai kebersamaan, kejujuran, sportivitas, serta melestarikan budaya permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di era digital saat ini.

Mufida Fatma menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori. “Kami memanfaatkan waktu istirahat agar anak-anak tetap bisa belajar dengan suasana yang menyenangkan. Melalui permainan tradisional ini, mereka belajar seni budaya sekaligus melatih motorik, kerja sama, dan sikap sportif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa anak-anak terlihat sangat menikmati kegiatan tersebut. “Respons siswa luar biasa. Mereka gembira, aktif, dan tidak merasa sedang belajar. Inilah pembelajaran yang kami harapkan, yaitu belajar yang membahagiakan,” tambahnya.

Kepala madrasah juga memberikan apresiasi atas kreativitas wali kelas dalam mengemas pembelajaran. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. “Permainan tradisional mengandung banyak nilai pendidikan. Kami sangat mendukung inovasi pembelajaran seperti ini,” tuturnya.

Salah satu siswa kelas 3D mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. “Aku paling suka main lompat tali, seru soalnya bisa bareng teman-teman dan jadi banyak bergerak,” ujarnya polos sambil tersenyum.

Melalui kegiatan belajar sambil bermain ini, diharapkan siswa semakin mencintai budaya bangsa serta terbiasa mengisi waktu istirahat dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, tidak terbatas di dalam kelas, dan tetap memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.(nas)

Skip to content