Bukan Hanya Bantuan Materi: Penyuluh Agama Dampingi KPM PKH, Kuatkan Mental Spiritual Keluarga Harapan

Banjarnegara (Humas) – Program Keluarga Harapan (PKH) sering kali identik dengan bantuan tunai. Namun, di Kecamatan Banjarnegara, penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, menunjukkan bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya diukur dari materi, melainkan juga dari kekuatan mental dan spiritual. Penyuluh setempat secara rutin mengadakan pembinaan di Kelompok Penerima Manfaat PKH (KPM PKH).

Kegiatan penyuluhan ini bertajuk “Keluarga Harapan, Keluarga Berkah” dan bertujuan untuk mendampingi KPM PKH agar bantuan yang diterima membawa keberkahan, sekaligus memotivasi mereka untuk mandiri.

Penyuluh menjelaskan bahwa banyak KPM PKH menghadapi tantangan psikologis dan mental akibat kesulitan ekonomi. “Tugas kami bukan menggantikan pendamping PKH, tapi melengkapi. Kami memberikan suntikan semangat melalui ajaran agama,” ujarnya.

Dalam sesi yang dihadiri oleh ibu-ibu KPM PKH di Kelurahan Krandegan, penyuluhan difokuskan pada konsep sabar dan syukur dalam Islam. Penyuluh mengingatkan bahwa rezeki bukan hanya uang, tetapi kesehatan, keluarga, dan kesempatan untuk berusaha.

“Jangan pernah merasa Allah tidak adil. Keterbatasan hari ini adalah ujian untuk meningkatkan derajat keimanan. Syukuri bantuan PKH sebagai modal, dan sabar dalam proses mencari rezeki tambahan,” tambahnya.

Selain motivasi spiritual, penyuluh juga memberikan materi praktis tentang manajemen keuangan Islami sederhana. Mereka diajak untuk memprioritaskan kebutuhan (primer), menjauhi utang berbasis riba, dan menyisihkan sedikit rezeki, meskipun terbatas, untuk bersedekah.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari hati yang teguh. Dengan semangat baru, kelompok binaan PKH tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mengukir harapan untuk masa depan yang lebih cerah, menjadikan iman sebagai penolong utama dalam setiap langkah menuju kemandirian.

Skip to content