Banjarnegara (Humas) – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kepala KUA Mandiraja, H. Musobihin, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang diselenggarakan Polres Banjarnegara. Pertemuan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga lembaga keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat selama masa libur akhir tahun yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas publik. (10/12/25)
Rangkaian rapat koordinasi yang digelar setiap menjelang perayaan besar keagamaan ini bertujuan memetakan potensi kerawanan di tengah masyarakat. Melalui forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi dan menguatkan langkah bersama dalam menjaga ketenteraman daerah. Natal dan Tahun Baru dikenal sebagai momentum berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra terhadap dinamika sosial dan mobilitas warga.
Ada beberapa fokus utama yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, memperkuat stabilitas keamanan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dan perayaan dengan aman dan tertib. Kedua, membangun sinergi lintas agama guna mencegah potensi gesekan, intoleransi, serta penyebaran informasi menyesatkan yang dapat mengganggu kerukunan. Ketiga, meneguhkan komitmen kerukunan umat beragama sebagai dasar terciptanya suasana damai di Banjarnegara. Selain itu, rapat juga menyoroti langkah antisipatif terhadap lonjakan mobilitas, khususnya di titik keramaian dan rumah ibadah. Terakhir, memperkuat peran tokoh agama dalam menyampaikan pesan moderasi dan kesejukan kepada masyarakat.
Kapolres Banjarnegara dalam arahannya menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal situasi daerah, terutama pada periode yang rawan terjadi peningkatan aktivitas sosial. Keberadaan tokoh agama, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan menjadi sangat penting untuk memastikan pesan-pesan damai dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Kepala KUA Mandiraja, H. Musobihin, memberikan apresiasi atas inisiatif Polres Banjarnegara yang secara konsisten menyelenggarakan rapat koordinasi lintas sektoral. Ia menegaskan bahwa menjaga kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilepaskan dari peran KUA sebagai lembaga keagamaan pemerintah.
“Kami mendukung penuh langkah Polres Banjarnegara dalam membangun sinergi dengan para tokoh agama. Suasana kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru adalah harapan kita bersama. Kerukunan umat beragama merupakan modal sosial penting yang perlu kita jaga,” ujarnya.
Musobihin menambahkan bahwa tugas KUA tidak hanya berkaitan dengan layanan pernikahan semata. KUA juga berperan dalam pembinaan dan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Kami di KUA Mandiraja siap bersinergi, memberikan edukasi moderasi beragama, serta mengajak masyarakat untuk saling menghormati. Pada momentum Nataru, kami ingin memastikan saudara-saudara kita dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan aman,” ujarnya menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, para tokoh agama turut menyampaikan pandangan terkait pentingnya memperkuat komunikasi antarumat, terutama dalam menghadapi arus informasi digital yang begitu cepat. Mereka mengingatkan bahwa isu provokatif, intoleransi, dan hoaks keagamaan masih menjadi tantangan yang perlu diwaspadai, terutama pada momentum perayaan hari besar keagamaan.
Rapat koordinasi menjelang Natal dan Tahun Baru ini menjadi momentum strategis bagi seluruh unsur masyarakat di Banjarnegara untuk memperkokoh harmoni, keamanan, dan rasa kebersamaan. Dengan terbangunnya kerja sama lintas sektor, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, KUA, hingga tokoh agama diharapkan masyarakat dapat menjalani akhir tahun dengan suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi.
(F/M, azd)







