Menyalakan Harapan di Balik Jeruji: Pendampingan Rohani PAIF KUA Purwanegara untuk WB Perempuan

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih, melaksanakan kegiatan pendampingan rohani kepada Warga Binaan (WB) perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara P2U, Senin (15/12/2025).

Kegiatan pendampingan rohani tersebut mengusung tema “Bangkit, Kuat, dan Bermakna”, yang bertujuan memberikan penguatan spiritual, motivasi hidup, serta menumbuhkan harapan dan kepercayaan diri bagi WB perempuan agar mampu menjalani masa pembinaan dengan sikap positif dan penuh kesadaran.

Dalam penyampaiannya, Anugrah Windu Setianingsih menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bangkit dari masa lalu, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna melalui pendekatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Ia juga mengajak para WB untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum muhasabah diri dan memperkuat hubungan spiritual.

“Setiap insan memiliki nilai dan harapan. Dengan iman yang kuat, kita bisa bangkit dari keterpurukan dan menjadikan hidup lebih bermakna, apa pun kondisi yang sedang dihadapi,” ungkapnya di hadapan para WB perempuan.

Tujuan pendampingan ini diantaranya untuk memberikan penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan perempuan,  dapat menumbuhkan harapan, rasa percaya diri, dan semangat memperbaiki diri serta membantu peserta menemukan makna hidup dan rencana positif ke depan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif. Para WB tampak antusias mengikuti rangkaian pendampingan rohani yang diisi dengan Tahsin hafalan surat-surat pendek, refleksi diri, serta dialog keagamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para WB memperoleh ketenangan batin dan semangat baru dalam menjalani proses pembinaan.

Pendampingan rohani ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui para Penyuluh Agama Islam untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Kemenag Banjarnegara berharap nilai-nilai keagamaan dapat menjadi fondasi moral dan spiritual bagi WB perempuan, sehingga kelak mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berdaya, dan bermakna. 

(aws/ azd)

Skip to content