Banjarnegara – Memasuki hari-hari akhir Ramadhan, suasana belajar di kelas 5 Muslimah MIFABARA tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik, tetapi juga aksi nyata kepedulian sosial. Di sela waktu istirahat, para siswa melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan masjid yang berada di lingkungan masyarakat terdekat dari madrasah.(14/3)
Dengan membawa alat kebersihan sederhana, siswa menyapu halaman, merapikan sajadah, membersihkan jendela, hingga memastikan area wudhu dalam keadaan bersih. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Bagi mereka, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang menumbuhkan empati dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Guru kelas 5 Muslimah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa ibadah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial. Membersihkan masjid adalah bentuk cinta kepada rumah Allah sekaligus wujud kepedulian terhadap fasilitas umum,” tuturnya.
Kepala Madrasah turut mengapresiasi inisiatif tersebut. “Ramadhan adalah momentum membangun kesadaran. Ketika anak-anak terbiasa menjaga kebersihan masjid, mereka sedang belajar tanggung jawab dan penghormatan terhadap tempat ibadah,” ungkap beliau.
Salah satu siswa mengaku senang bisa terlibat langsung. “Rasanya bahagia melihat masjid jadi bersih. Semoga orang yang salat merasa nyaman,” ujarnya polos namun penuh makna.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Di luar ruang belajar, anak-anak belajar tentang arti berbagi, gotong royong, dan kepedulian. Ramadhan pun menjadi lebih hidup, bukan sekadar bulan menahan diri, tetapi bulan menguatkan hati dan menebar manfaat bagi sesama.
Melalui langkah kecil membersihkan masjid, kelas 5 muslimah MIFABARA menanamkan nilai besar: bahwa keberkahan Ramadhan akan terasa ketika ilmu dan iman berjalan seiring dalam tindakan nyata. (nas)







