Penyuluhan di Madin Karanganyar Jadi Benteng Nilai Keislaman Generasi Muda

Banjarnegara (Humas) — Semangat menuntut ilmu agama tampak begitu hidup di tengah para santri Madrasah Diniyah (Madin) Muhammadiyah Desa Karanganyar. Dalam suasana yang penuh antusias dan kehangatan, pada Selasa (21/4/2026) Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Heri Sutikno, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan dengan tema yang sarat makna, yakni “Sifat Wajib dan Mustahil bagi Rasul.”

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Madin Muhammadiyah Desa Karanganyar tersebut diikuti oleh 15 santri yang dengan penuh semangat mengikuti setiap rangkaian penyuluhan. Meskipun jumlah peserta tidak banyak, hal itu justru membuat suasana belajar menjadi lebih kondusif, interaktif, dan mendalam.

Sejak awal kegiatan, Heri Sutikno mampu menciptakan suasana yang hidup dan menyenangkan. Dengan gaya penyampaian yang sederhana, komunikatif, serta diselingi contoh-contoh ringan yang mudah dipahami anak-anak, materi yang terbilang cukup berat itu dapat diterima dengan baik oleh para santri.

Dalam penyampaiannya, Heri menjelaskan bahwa setiap rasul memiliki sifat wajib yang harus diyakini oleh umat Islam, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan wahyu), dan fathonah (cerdas). Sebaliknya, terdapat pula sifat mustahil bagi rasul, seperti kidzib (dusta), khianat, kitman (menyembunyikan wahyu), dan baladah (bodoh), yang tidak mungkin dimiliki oleh para rasul.

“Memahami sifat-sifat rasul ini penting, agar kita bisa meneladani akhlak mereka dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak harus tahu bahwa Rasul itu adalah contoh terbaik dalam kejujuran, tanggung jawab, dan kecerdasan,” tutur Heri di hadapan para santri.

Para santri tampak aktif, bahkan beberapa di antaranya berani menjawab pertanyaan yang diajukan. Keceriaan terpancar dari wajah mereka, terlebih saat sesi tanya jawab berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter sejak dini. Semangat anak-anak dalam mengikuti penyuluhan menjadi bukti bahwa minat belajar agama masih sangat tinggi, terutama jika disampaikan dengan metode yang tepat.

Pihak Madin Muhammadiyah Karanganyar pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap penyuluhan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk menambah wawasan keagamaan para santri sekaligus memperkuat akidah dan akhlak mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami konsep sifat wajib dan mustahil bagi rasul secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Di tengah arus perkembangan zaman yang begitu pesat, kegiatan penyuluhan seperti ini menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman generasi muda. Semangat kecil dari 15 santri Madin Muhammadiyah Karanganyar hari ini, bisa menjadi cahaya besar bagi masa depan umat. 

(rp/azd)

Skip to content