Semangat Memperbaiki Diri: Jamaah MT Al Mubarok Bedah Makna Memaafkan dalam QS An-Nur Ayat 22

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti salah satu ruang kelas Raudhatul Athfal (RA) Al Hidayah Larangan pada Rabu (22/4/2026). Sebanyak 21 orang jamaah yang merupakan wali siswa RA Al Hidayah berkumpul dalam agenda bimbingan penyuluhan rutin Majelis Ta’lim (MT) Al Mubarok. Pertemuan kali ini menghadirkan narasumber spesialis dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin.

Mengangkat tema sentral “Kajian QS An-Nur Ayat 22: Memaafkan dan Berlapang Dada”, Syaiful mengajak para orang tua siswa untuk menyelami kedalaman makna di balik ayat tersebut. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya memiliki hati yang luas, terutama dalam menghadapi kekhilafan sesama manusia.

Syaiful Abidin menekankan bahwa sikap pemaaf bukan sekadar tindakan moral, melainkan manifestasi dari keimanan yang kuat. Beliau mengaitkan konteks ayat tersebut dengan kehidupan sehari-hari para wali murid, di mana gesekan sosial atau konflik kecil dalam rumah tangga sering kali terjadi.

“Memaafkan itu bukan berarti kita lemah atau kalah. Sebaliknya, memaafkan adalah bentuk kemenangan kita atas ego sendiri. Sebagaimana janji Allah dalam Surah An-Nur ayat 22, apakah kita tidak ingin Allah mengampuni dosa-dosa kita? Jika kita ingin ampunan Allah, maka mulailah dengan melapangkan dada atas kesalahan orang lain di sekitar kita,” ujar M. Syaiful Abidin di hadapan para jamaah.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah dan pengurus majelis. Hidayat Dandi Pratama, yang menjabat sebagai Ketua MT Al Mubarok sekaligus Kepala RA Al Hidayah Larangan, menyampaikan bahwa pembinaan mental dan spiritual bagi wali murid sangat krusial demi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari KUA Pagentan. Kajian ini sangat relevan bagi ibu-ibu wali murid. Kami berharap, dengan memahami esensi berlapang dada, para orang tua dapat mempraktikkannya baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing, sehingga tercipta suasana keluarga yang lebih tenang dan penuh keberkahan,” tutur Hidayat Dandi Pratama.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama. Melalui sinergi antara KUA Pagentan dan institusi pendidikan seperti RA Al Hidayah, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama dan akhlak mulia dapat terus terinternalisasi di tengah masyarakat Larangan. 

(msa/azd)

Skip to content