Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Majelis Taklim As-Shobuur di Desa Karangnangka pada Jumat siang (24/4). Sebanyak 45 jamaah berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk menyerap ilmu dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang rutin digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Namun, pertemuan kali ini terasa berbeda karena tema yang diangkat menyentuh relung hati terdalam: bahaya durhaka kepada kedua orang tua.
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, menyampaikan materi dengan gaya bahasa yang mengalir dan menggugah kesadaran. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa rida Allah Swt sangat bergantung pada rida orang tua. Ia mengingatkan bahwa segala kesuksesan duniawi tidak akan bermakna jika di dalamnya terdapat tetesan air mata luka dari ayah atau ibu.
“Ingatlah, doa orang tua adalah kunci pembuka pintu langit. Sebaliknya, durhaka kepada mereka adalah penghalang utama mengalirnya keberkahan hidup. Jangan sampai kita menyesal saat raga mereka sudah tak ada, karena memuliakan orang tua adalah investasi terbaik baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah yang tampak terenyuh.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari pengurus majelis. Sabar, selaku Ketua Majelis Taklim As-Shobuur, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran penyuluh dari KUA yang secara konsisten memberikan pencerahan kepada warga desa. Menurutnya, pemahaman mengenai adab terhadap orang tua sangat krusial untuk memperkuat fondasi moral di tingkat keluarga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Sutrisno. Materi hari ini benar-benar menjadi pengingat bagi kami semua, terutama di tengah zaman yang semakin sibuk ini. Semoga kehadiran beliau secara rutin dapat terus membina mental dan spiritual warga Desa Karangnangka agar menjadi pribadi yang lebih beradab dan religius,” tutur Pak Sabar dengan penuh harap.
Acara yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi tanya jawab yang interaktif. Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat untuk membangun karakter umat yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai luhur Islam.
(3S/azd)







