Banjarnegara (Humas) – Langkah nyata dalam penguatan administrasi dan legalitas lembaga keagamaan kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Selasa (5/5/2026), bertempat di salah satu ruang kelas Darul Athfal (DA) Cokroaminoto Gumingsir, dilakukan penyerahan resmi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah.
Penyerahan dokumen penting ini dilakukan langsung oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, kepada Aji Nurwibowo, selaku Ketua MT Nurul Hidayah yang juga menjabat sebagai Kepala DA Cokroaminoto Gumingsir. Prosesi ini dilaksanakan sesaat setelah kegiatan bimbingan dan penyuluhan rutin bagi para jamaah berakhir.
Majelis Taklim Nurul Hidayah Gumingsir memiliki karakteristik yang unik. Anggotanya mayoritas adalah para wali siswa DA Cokroaminoto Gumingsir. Sembari menunggu putra-putri mereka menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah, para orang tua ini memanfaatkan waktu dengan mengikuti kajian keagamaan. Hal ini mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi momen produktif untuk memperdalam ilmu agama.
M. Syaiful Abidin menekankan bahwa kepemilikan SKT bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan majelis taklim.
“Dengan terbitnya SKT ini, Majelis Taklim Nurul Hidayah secara resmi telah terdata di Kementerian Agama. Kami berharap legalitas ini menjadi penyemangat bagi para ibu-ibu wali siswa untuk terus istiqomah dalam tholabul ilmi. Legalitas ini juga memudahkan akses komunikasi dan pembinaan dari pemerintah ke depannya,” ujar Syaiful.
i sisi lain, Aji Nurwibowo menyambut positif terbitnya SKT tersebut. Menurutnya, integrasi antara pendidikan anak di DA Cokroaminoto dengan pembinaan wali siswa melalui Majelis Taklim merupakan kolaborasi yang ideal untuk membangun karakter keluarga yang religius.
“Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari KUA Pagentan hingga SKT ini terbit. Majelis Taklim ini adalah wadah silaturahmi sekaligus belajar bagi wali siswa. Kami ingin saat anak-anak belajar di kelas, orang tuanya juga mendapatkan tambahan ilmu di ruang sebelah, sehingga terjadi keselarasan pendidikan di sekolah dan di rumah,” ungkap Aji Nurwibowo.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Ke depannya, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mendampingi majelis-majelis taklim di wilayahnya agar tidak hanya aktif secara syiar, tetapi juga tertib secara administrasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
(msa/azd)







