Banjarnegara – Suasana belajar yang penuh semangat tampak di kelas IA HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Pada pertemuan kali ini, murid mempelajari materi Dua Kalimat Syahadat, yaitu Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul, dengan kegiatan menulis serta menebalkan lafaz kedua kalimat syahadat lengkap beserta artinya.(4/8)
Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya dikenalkan pada dasar-dasar akidah Islam, tetapi juga dilatih untuk mengenali bentuk-bentuk huruf hijaiyah, baik ketika berdiri sendiri maupun saat tersambung menjadi sebuah kalimat. Pembelajaran dikemas secara sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik murid kelas I sehingga mereka lebih mudah memahami materi.
Selain memperkuat pemahaman tentang makna syahadat sebagai pondasi keimanan seorang muslim, kegiatan ini juga menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an. Dengan terbiasa melihat, menebalkan, dan menulis huruf hijaiyah dalam bentuk kalimat, murid memiliki bekal yang lebih kuat untuk mempelajari bacaan Al-Qur’an pada tahap berikutnya.
Kegiatan menulis ini juga memberikan manfaat lain, yaitu melatih kerapian tulisan, meningkatkan koordinasi motorik halus, menumbuhkan ketelitian, serta membiasakan murid untuk belajar dengan penuh kesungguhan. Di sisi lain, aktivitas tersebut mampu membangun rasa percaya diri dan kreativitas anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menyampaikan apresiasinya terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.
“Penanaman akidah harus dimulai sejak usia dini. Melalui pembelajaran Dua Kalimat Syahadat yang dipadukan dengan kegiatan menulis dan menebalkan huruf hijaiyah, anak-anak tidak hanya mengenal dasar keimanan, tetapi juga memperoleh bekal awal untuk membaca Al-Qur’an dengan baik. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ujar Wahyul Khomisah.
Sementara itu, guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Rosi Lisdiana, menjelaskan bahwa pembelajaran dibuat menarik agar murid lebih antusias.
“Anak-anak belajar mengenal Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul sambil berlatih menulis dengan rapi. Kegiatan ini membantu mereka memahami bentuk huruf hijaiyah ketika berdiri sendiri maupun saat disambung menjadi kalimat. Harapannya, selain memahami makna syahadat, mereka juga semakin semangat belajar dan memiliki dasar yang kuat untuk membaca Al-Qur’an,” ujar Rosi Lisdiana.
Melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, Kelas IA HEBAT terus berkomitmen membentuk murid yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh, akhlak mulia, serta semangat belajar yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent). (NF)







