Banjarnegara – Suasana khidmat selalu menyambut aktivitas pagi di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU). Sebelum memulai pembelajaran akademik di kelas, murid kelas 1A HEBAT dan 1B secara rutin mengikuti Pembiasaan Pagi yang dilaksanakan di mushola madrasah. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam membentuk karakter religius sejak usia dini sekaligus menanamkan kecintaan murid terhadap ibadah.
Pembiasaan pagi diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Sholat Hajat, pembacaan Asmaul Husna, serta melafalkan doa-doa harian secara bersama-sama. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh guru dengan tempo yang perlahan sehingga setiap murid mampu mengikuti bacaan dengan baik sekaligus memahami lafal yang diucapkan. Seperti hal nya hari Kamis ini, seperti biasa anak-anak kelas 1 belajar dengan sungguh-sungguh melafalkan bacaan agar mudah dan cepat bisa bacaannya.(6/8)
Metode pelafalan secara bertahap menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain membantu murid menghafalkan bacaan, cara ini juga membiasakan mereka melafalkan doa dengan makhraj yang lebih tepat serta memahami makna ibadah yang dilakukan setiap hari. Dengan demikian, pembiasaan pagi tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga proses pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman.
Kegiatan yang berlangsung setiap pagi ini juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, ketenangan, serta kesiapan murid sebelum memasuki pembelajaran di kelas. Setelah hati dan pikiran dipersiapkan melalui ibadah, murid diharapkan lebih fokus, tenang, dan bersemangat dalam mengikuti setiap proses belajar.
Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menegaskan bahwa pembiasaan ibadah merupakan fondasi utama dalam membangun karakter murid di lingkungan madrasah.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari tumbuhnya akhlak dan kebiasaan baik dalam diri murid. Melalui pembiasaan pagi ini, kami ingin menanamkan kecintaan kepada Allah SWT, membangun kedisiplinan beribadah, serta membiasakan murid mengawali setiap aktivitas dengan doa. Semoga kebiasaan baik ini terus terbawa hingga di rumah dan dalam kehidupan mereka kelak,” ujar Wahyul Khomisah.
Wali Kelas 1A HEBAT, Nuri Fatimah, menyampaikan bahwa pembiasaan pagi memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar murid setiap harinya.
“Anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Doa-doa dan Asmaul Husna kami lafalkan secara perlahan agar mereka tidak hanya hafal, tetapi juga terbiasa mengucapkannya dengan benar. Setelah pembiasaan pagi selesai, suasana kelas terasa lebih tenang, murid lebih siap menerima pelajaran, dan semangat belajar mereka pun meningkat,” tutur Nuri Fatimah.
Wali Kelas 1B, Anisa Nur Azizah, menambahkan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada murid.
“Usia sekolah dasar merupakan masa terbaik untuk membangun kebiasaan baik. Ketika setiap pagi murid dibiasakan melaksanakan sholat, membaca Asmaul Husna, dan melafalkan doa-doa bersama, perlahan kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Inilah investasi karakter yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak,” ungkap Anis sapaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Pembiasaan Pagi yang dilaksanakan secara berkesinambungan, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlakul karimah, disiplin, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (NF)







