Kreatif dan Edukatif, Kelas 5D MIFABARA Membuat Model Sistem Pernapasan dari Barang Bekas

Banjarnegara – Belajar sains tidak selalu harus menggunakan alat peraga yang mahal. Kreativitas justru dapat membuat konsep yang sulit menjadi lebih mudah dipahami. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran kelas 5D MIFABARA bersama wali kelas Jeje, yang mengajak peserta didik membuat model sistem pernapasan manusia dari barang bekas.(31/8)

Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, yaitu botol mineral bekas, balon, dan sedotan. Bahan-bahan tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah model yang dapat menggambarkan mekanisme kerja paru-paru secara sederhana.

Botol mineral digunakan sebagai bagian utama model, sedangkan balon berfungsi untuk menggambarkan paru-paru. Sedotan digunakan sebagai saluran yang menghubungkan bagian-bagian model. Dengan kreativitas dan ketelitian, siswa berusaha merangkai setiap bahan agar dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Setelah model selesai dibuat, siswa kemudian melakukan praktik untuk mengamati perubahan pada balon. Dari aktivitas tersebut, mereka dapat melihat gambaran sederhana tentang proses masuk dan keluarnya udara yang terjadi dalam sistem pernapasan.

Wali kelas 5D, Jeje, menjelaskan bahwa kegiatan praktik dipilih agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret.

 “Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep ketika mereka melihat dan mencoba secara langsung. Melalui pembuatan model ini, mereka tidak hanya menghafal bagian-bagian sistem pernapasan, tetapi juga memahami gambaran bagaimana paru-paru bekerja. Yang menarik, bahan yang digunakan sederhana dan merupakan barang yang sudah tidak terpakai,” ungkap Jeje.

Kegiatan tersebut juga menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai edukatif. Botol mineral yang biasanya langsung dibuang dapat diubah menjadi media pembelajaran yang membantu memahami materi IPA.

Selain memperkuat pemahaman konsep, proses pembuatan model melatih kreativitas, ketelitian, kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian mencoba. Ketika model belum dapat bekerja dengan baik, siswa belajar mencari penyebab dan memperbaikinya.

Dari sebuah botol bekas, balon, dan sedotan, siswa kelas 5D mendapatkan pelajaran yang jauh lebih besar: bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalui kreativitas, lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar, dan sebuah kesalahan adalah kesempatan untuk mencoba kembali.

Melalui pembelajaran seperti ini, kelas 5D MIFABARA terus menumbuhkan generasi yang kreatif, mandiri, terampil, peduli lingkungan, dan berani bereksperimen. (nas)