Banjarnegara – Menjaga kesehatan bukan hanya penting bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik yang setiap hari menjadi garda terdepan dalam mendampingi tumbuh kembang generasi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga madrasah, MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) mendapatkan fasilitasi konsultasi kesehatan bagi para guru bersama Dokter Yayas dari Puskesmas 2 Banjarnegara.(28/8)
Kegiatan konsultasi kesehatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk mendapatkan informasi dan berdiskusi secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan. Dengan suasana yang santai dan terbuka, guru dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun berkonsultasi mengenai upaya menjaga kesehatan agar tetap prima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kehadiran tenaga kesehatan dari Puskesmas 2 Banjarnegara juga memberikan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik sering kali membuat seseorang lupa memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri.
Dokter Yayas memberikan pendampingan dan arahan kesehatan secara personal, sekaligus mengingatkan pentingnya mengenali kondisi tubuh, menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan, beristirahat dengan cukup, serta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan.
Bagi MIFABARA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang sehat secara menyeluruh. Guru yang sehat diharapkan dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal, menghadirkan energi positif dalam pembelajaran, serta menjadi teladan bagi murid dalam menerapkan pola hidup sehat.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Puskesmas 2 Banjarnegara.
“Kesehatan guru adalah salah satu bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Ketika guru sehat dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, insyaallah akan lebih optimal dalam mendampingi dan memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak,” tuturnya.
Kegiatan konsultasi kesehatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dan layanan kesehatan masyarakat. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus terjalin sebagai bagian dari ikhtiar bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh warga madrasah.
Sebab, pendidikan yang baik tidak hanya berbicara tentang kecerdasan dan prestasi, tetapi juga tentang membangun generasi yang sehat serta pendidik yang sehat dan bahagia dalam menjalankan pengabdian.(nas)







