Banjarnegara (Humas) – Setiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, sukses, dan memiliki kehidupan yang penuh keberkahan. Namun, di balik setiap harapan itu ada satu ikhtiar yang tidak boleh dilupakan, yaitu doa. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Laeli Maria Ulfah, saat melaksanakan penyuluhan di Majelis Taklim Al-Mabruroh, Desa Kalibening, yang berlokasi di IPHI Kalibening, Rabu (2/9).
Dalam penyuluhan tersebut, Laeli menyampaikan materi tentang pentingnya doa orang tua bagi anak. Para jemaah diajak memahami bahwa doa bukan sekadar rangkaian kata yang dipanjatkan setelah beribadah, tetapi juga bentuk kasih sayang dan ikhtiar batin orang tua dalam mengiringi perjalanan kehidupan anak.
Laeli Maria Ulfah menyampaikan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam memberikan dukungan kepada anak, baik melalui pendidikan, keteladanan, perhatian, maupun doa yang terus dipanjatkan. Menurutnya, ketika berbagai usaha telah dilakukan, orang tua hendaknya tetap menyandarkan harapan kepada Allah.
“Orang tua jangan pernah merasa lelah untuk mendoakan anak. Kita bisa memberikan pendidikan, mengarahkan, dan mendampingi mereka, tetapi jangan lupa bahwa keberhasilan anak juga membutuhkan doa dan rida dari Allah,” ungkapnya.
Selain menjadi ikhtiar untuk keberhasilan anak, doa orang tua juga menjadi pengingat agar proses mendidik tidak hanya berorientasi pada pencapaian duniawi. Anak diharapkan tumbuh dengan akhlak yang baik, memiliki keimanan, serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui penyuluhan tersebut, jemaah diharapkan semakin memahami bahwa mendampingi anak membutuhkan kesabaran dan ikhtiar yang berkelanjutan. Doa hendaknya menjadi bagian dari keseharian orang tua, sehingga setiap langkah dan harapan untuk masa depan anak senantiasa disertai permohonan kepada Allah.
(wha/azd)







