Bukan Sekadar Siap Akad, Catin KUA Karangkobar Dibekali Ilmu Membangun Keluarga Sakinah

Banjarnegara (Humas) – Pernikahan bukan sekadar kesiapan mengucapkan akad, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan bersama. Pesan inilah yang ditekankan dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 10 pasang calon pengantin yang digelar KUA Kecamatan Karangkobar, Kamis (3/9/2026), di Balai Nikah KUA Karangkobar.

Bimwin menjadi ruang bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, mulai dari pemahaman keagamaan, relasi pasangan, hingga pengelolaan keuangan keluarga.

Materi inti disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, yang juga bertindak sebagai fasilitator Bimwin. Dengan pendekatan interaktif, peserta diajak memahami bahwa keluarga sakinah ibarat sebuah bangunan yang membutuhkan fondasi kuat, pilar kokoh, dan atap sebagai tujuan yang menaungi kehidupan keluarga.

Duwi menjelaskan, fondasi keluarga sakinah dibangun di atas keadilan, keseimbangan, dan kesalingan dalam relasi suami istri. Sementara pilar keluarga meliputi zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalizhan (janji kokoh), mu’asyarah bil-ma’ruf (memperlakukan pasangan dengan bermartabat), musyawarah, dan saling rida.

Di atas fondasi dan pilar tersebut, pasangan diarahkan membangun keluarga sakinah yang berwatak moderat, yaitu keluarga yang menghadirkan ketenangan, kasih sayang, keadilan, kemaslahatan, serta saling menghormati.

Untuk memperdalam pemahaman, peserta mengikuti aktivitas “Sungai Kehidupan”. Calon pengantin diajak merefleksikan perjalanan hidup, menentukan prioritas, serta menyusun harapan dan tujuan yang ingin dibangun bersama setelah menikah.

Suasana semakin hangat melalui “Kuis Siapa Dia”, yang mengajak pasangan saling mengenal lebih jauh tentang kebiasaan, harapan, karakter, hingga cara menghadapi persoalan. Gelak tawa peserta menjadi bagian dari proses belajar yang tetap sarat makna tentang pentingnya komunikasi dan kesalingan dalam rumah tangga.

“Rumah tangga tidak cukup hanya dibangun dengan cinta. Ia membutuhkan fondasi yang kuat, pilar yang kokoh, serta komitmen untuk saling memperlakukan dengan bermartabat,” jelas Duwi.

Selain ketahanan keluarga, calon pengantin juga mendapatkan materi “Berkah Keuangan Keluarga”. Peserta diajak memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, terbuka, dan sesuai kemampuan agar rezeki keluarga dapat dikelola dengan baik dan menjadi jalan keberkahan.

Kepala KUA Kecamatan Karangkobar, H. Amat Masykuri, turut memberikan penguatan kepada para calon pengantin. Ia mengingatkan bahwa pernikahan merupakan janji kokoh yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Pernikahan adalah janji yang kokoh. Setelah akad bukan berarti perjuangan selesai. Justru dari situlah tanggung jawab sebagai suami dan istri dimulai. Janji tersebut harus dijaga dengan kesetiaan, tanggung jawab, dan saling menghormati,” pesannya.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah seorang calon pengantin, Susi, mengaku senang dapat mengikuti Bimwin karena mendapatkan banyak pengetahuan baru sebagai bekal sebelum menikah.

“Saya senang bisa mengikuti Bimwin. Banyak hal yang sebelumnya belum saya pahami menjadi lebih jelas. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya merasa lebih siap untuk memasuki kehidupan pernikahan,” ungkapnya.

Melalui Bimwin, KUA Karangkobar tidak hanya mempersiapkan calon pengantin menghadapi hari akad, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman dan keterampilan untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan.

Sebab, akad hanya satu momen, tetapi membangun keluarga sakinah adalah perjalanan seumur hidup. (dr/azd)