Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara terus meningkatkan peran dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Purwanegara, Retno Purnawati, di Madrasah Diniyah (Madin) Muhammadiyah Karanganyar, Kecamatan Purwanegara, pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di gedung Madin Muhammadiyah Karanganyar tersebut diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Retno memberikan materi mengenai doa sesudah wudu. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode yang mudah dipahami agar anak-anak dapat mengikuti sekaligus menghafalkan doa tersebut dengan baik.
Retno menjelaskan bahwa wudu merupakan bagian penting yang perlu dipahami oleh setiap muslim, terutama karena wudu menjadi salah satu bentuk bersuci sebelum melaksanakan salat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara dan doa yang berkaitan dengan wudu perlu ditanamkan sejak usia dini.
“Wudu menjadi hal yang wajib kita pahami dan tunaikan sebelum melaksanakan ibadah salat. Anak-anak perlu mengetahui bahwa bersuci bukan hanya sekadar membasuh anggota tubuh, tetapi juga bagian dari persiapan kita untuk menghadap Allah Swt. Setelah berwudu, kita dianjurkan membaca doa sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan kepada Allah,” ujar Retno.
Dalam penyampaiannya, Retno tidak hanya menjelaskan bacaan doa sesudah wudu, tetapi juga mengajak anak-anak untuk menghafalkannya secara bersama-sama. Bacaan doa diulang beberapa kali dengan pelafalan yang perlahan agar peserta dapat mengikuti dengan tepat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan. Beberapa peserta bahkan berusaha mengulang bacaan secara mandiri untuk memastikan hafalan mereka semakin lancar.
Retno berharap pembelajaran sederhana tersebut dapat menjadi bekal keagamaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembiasaan ibadah sejak usia dini akan membantu membentuk karakter anak yang lebih disiplin dalam menjalankan ajaran agama.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya hafal doa sesudah wudu, tetapi juga memahami bahwa setiap ibadah perlu dilakukan dengan benar dan penuh kesadaran. Semoga kebiasaan baik ini terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan Bimbingan Penyuluhan di Madin Muhammadiyah Karanganyar berlangsung lancar. Antusiasme anak-anak dalam menghafalkan doa sesudah wudu menjadi salah satu tanda positif bahwa pembinaan keagamaan yang disampaikan secara sederhana dan menyenangkan dapat diterima dengan baik oleh generasi muda.
(rp/azd)







