Jangan Jadikan Cerai Senjata Saat Konflik, Penghulu KUA Kalibening Bekali Calon Pengantin Kelola Masalah

Banjarnegara (Humas) – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Teguh Arifudin, melaksanakan pemeriksaan berkas calon pengantin sekaligus memberikan bimbingan perkawinan, Selasa (15/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan keilmuan bagi calon pengantin agar memiliki kesiapan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga dan mewujudkan keluarga sakinah.

Dalam bimbingan tersebut, Teguh menyampaikan materi tentang mengelola konflik tanpa menjadikan perceraian sebagai ancaman maupun senjata ketika terjadi persoalan dalam rumah tangga. Materi ini penting sebagai bekal bagi calon pengantin untuk memahami bahwa perbedaan dan konflik merupakan bagian dari dinamika kehidupan bersama.

Teguh mengajak calon pengantin untuk tidak terburu-buru menggunakan kata cerai ketika sedang menghadapi masalah. Menurutnya, persoalan rumah tangga perlu dihadapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Ketika menghadapi masalah, jangan menjadikan perceraian sebagai senjata atau ancaman. Setiap persoalan perlu dibicarakan dengan tenang dan dicari jalan keluarnya bersama,” jelas Teguh.

Selain menjaga komunikasi, pasangan juga perlu belajar memahami perasaan dan sudut pandang satu sama lain. Perbedaan karakter, kebiasaan, maupun cara berpikir tidak semestinya langsung dipandang sebagai alasan untuk mengakhiri hubungan. Kesediaan untuk mendengarkan dan mencari solusi bersama menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

Melalui bimbingan perkawinan tersebut, calon pengantin diharapkan tidak hanya mempersiapkan diri untuk melangsungkan akad nikah, tetapi juga memahami tanggung jawab dan tantangan yang akan dihadapi setelah menikah.

Pembekalan ini menjadi salah satu upaya KUA Kalibening dalam membantu calon pengantin membangun kesiapan mental dan pengetahuan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, sehingga perbedaan dapat dihadapi secara dewasa dan keluarga sakinah dapat diwujudkan bersama. 

(WHA/azd)