Banjarnegara (Humas) – Pesan Al-Qur’an tentang syukur dan ikhtiar menjadi penguatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Dusun Wringin, Desa Purwodadi. Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, mengajak KPM tidak hanya bersyukur atas bantuan yang diterima, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) KPM PKH Kelompok 2 yang bertempat di rumah Ibu Sartini, Selasa (15/9/2026).
Dalam penyuluhan bertema “Syukur, Jalan Bertambahnya Nikmat”, Duwi mengajak peserta memahami bahwa syukur memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengucapkan Alhamdulillah. Nikmat, termasuk bantuan yang diterima, perlu dimanfaatkan secara tepat sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kehidupan.
Allah SWT berfirman:
«لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)»
Selain syukur, Duwi mengingatkan pesan QS. Ar-Ra’d ayat 11 bahwa perubahan membutuhkan ikhtiar. Bagi KPM yang masih memiliki kesehatan, usia produktif, serta kesempatan untuk bekerja dan belajar, bantuan dapat dijadikan pijakan untuk mengembangkan potensi dan perlahan mencapai kemandirian.
«“Bantuan kita syukuri. Namun bagi yang masih memiliki kesehatan, tenaga, dan kesempatan, mari terus belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi. Kita berdoa, berikhtiar, kemudian bertawakal kepada Allah,” tutur Duwi.»
Dalam kesempatan yang sama, Pendamping PKH Karangkobar, Narwiyah, mengingatkan KPM agar terus menjaga komitmen dalam mengikuti program, termasuk kehadiran pada setiap pertemuan P2K2.
«“Untuk komponen kesehatan, ibu hamil, balita, anak pra-sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas perlu mengikuti layanan kesehatan sesuai kebutuhannya, termasuk kegiatan Posyandu. Sedangkan untuk komponen pendidikan, anak-anak KPM harus aktif hadir di sekolah,” jelas Narwiyah.»
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta antusias mengikuti materi serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Melalui penguatan nilai agama dan pendampingan program, KPM diharapkan mampu menjadikan bantuan sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera, sembari tetap mensyukuri setiap nikmat yang Allah SWT berikan.
(dr/azd)







