Bekal Membangun Keluarga Sakinah, 15 Pasang Catin Ikuti Bimwin di KUA Mandiraja

Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 15 pasang calon pengantin (catin) mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diselenggarakan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja di Balai Nikah KUA Mandiraja, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada catin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Bimwin menghadirkan Kepala KUA Kecamatan Mandiraja Musobihin sebagai pemateri, bersama Plenik dari Puskesmas sebagai narasumber materi kesehatan. Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Dian Setiadi turut memberikan pembinaan kepada para peserta dengan materi “Komunikasi Efektif dan Penyelesaian Konflik dalam Keluarga.”

Dalam penyampaian materinya, Dian menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kehidupan rumah tangga. Suami dan istri perlu belajar menyampaikan perasaan, kebutuhan, serta harapan dengan cara yang baik sehingga tidak mudah menimbulkan kesalahpahaman.

“Dalam rumah tangga, perbedaan pendapat merupakan hal yang mungkin terjadi. Yang penting bukan menghilangkan semua perbedaan, tetapi bagaimana pasangan mampu menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan saling menghargai,” jelas Dian.

Dian juga mengajak para catin untuk membangun kebiasaan berdiskusi ketika menghadapi persoalan keluarga. Menurutnya, pasangan perlu menghindari komunikasi yang dilakukan dengan emosi, saling menyalahkan, atau memilih diam terlalu lama ketika terjadi masalah.

“Ketika ada persoalan, jangan terburu-buru mengambil keputusan dalam keadaan emosi. Berikan ruang untuk saling mendengar, kemudian cari jalan keluar yang disepakati bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Musobihin memberikan materi yang berkaitan dengan kesiapan membangun keluarga. Ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang pelaksanaan akad, tetapi merupakan awal dari perjalanan panjang dalam menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri.

“Pernikahan membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, bukan hanya kesiapan untuk melaksanakan akad. Catin perlu mempersiapkan diri untuk menjalankan tanggung jawab, membangun komunikasi, dan menjaga komitmen dalam kehidupan keluarga,” tutur Musobihin.

Materi kesehatan disampaikan oleh Plenik dari Puskesmas. Para peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah menikah, termasuk kesehatan reproduksi serta upaya mempersiapkan keluarga yang sehat.

Kegiatan Bimwin berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan berkaitan dengan kehidupan perkawinan. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu catin memahami berbagai tantangan yang mungkin dihadapi setelah menikah.

Melalui Bimwin, KUA Mandiraja terus berupaya memberikan pembekalan yang komprehensif kepada calon pengantin. Pengetahuan mengenai agama, komunikasi, kesehatan, pengelolaan keluarga, serta tanggung jawab pasangan diharapkan menjadi bekal dalam membangun keluarga yang harmonis dan sakinah.

Bimwin bagi 15 pasang catin tersebut berlangsung dengan lancar. Kegiatan ditutup dengan penguatan kembali mengenai pentingnya kesiapan lahir dan batin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. 

(m/azd)