“Luhuring Budaya Bangsa”, Geguritan Azizah Bawa Pesan Cinta Budaya di PORSENI MI 2026

Banjarnegara — Semangat mengenalkan dan melestarikan budaya Jawa turut hadir dalam ajang PORSENI MI Kecamatan Banjarnegara Tahun 2026 melalui penampilan Azizah Alesha Rabbani, wakil MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada cabang Geguritan.

Dalam perlombaan yang digelar di MIM Semampir, Sabtu (19/9/2026), Azizah membawakan geguritan berjudul “Luhuring Budaya Bangsa”. Judul tersebut selaras dengan nuansa penampilannya yang mengedepankan identitas budaya Jawa melalui busana dan aksesori yang dikenakan.

Azizah tampil mengenakan kebaya berwarna merah muda dengan kombinasi batik, dilengkapi aksesori kepala yang menarik. Perpaduan busana tersebut membuat penampilannya terlihat anggun sekaligus semakin menguatkan karakter budaya dalam pembawaan geguritan.

Menurut Nuri Fatimah, wali kelas 1A sekaligus pelatih dan pendamping lomba Geguritan serta tim jurnalis madrasah, kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif bagi murid.

“Geguritan bukan sekadar perlombaan. Di dalamnya ada proses mengenalkan bahasa, sastra, seni, dan budaya Jawa kepada anak-anak. Melalui penampilan Azizah membawakan ‘Luhuring Budaya Bangsa’, kami berharap semakin tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri,” tutur Nuri Fatimah.

Kepala Madrasah Wahyul Khomisah juga memberikan apresiasi terhadap upaya MIMAU dalam memberikan ruang kepada murid untuk mengenal budaya melalui kegiatan yang positif.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal budaya. Prestasi Azizah menjadi kebanggaan bagi MIMAU dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk mencintai serta melestarikan budaya bangsa,” ujar Wahyul Khomisah.

Penampilan Azizah dalam membawakan “Luhuring Budaya Bangsa” akhirnya berbuah prestasi dengan diraihnya Juara harapan 2 Cabang Geguritan PORSENI MI Kecamatan Banjarnegara Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi momentum bagi MIMAU untuk terus menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada murid. Melalui seni dan budaya, murid tidak hanya belajar untuk tampil percaya diri, tetapi juga belajar mengenal dan menghargai warisan budaya bangsa. (NF)