Banjarnegara – Di penghujung bulan Juli 2023 tepatnya pada hari Senin tanggal 31 Juli 2023 MI Cokroaminoto laksanakan kegiatan rutin upacara bendera setiap hari Senin, kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin hari Senin dan hari-hari besar lainya.
Namun untuk upacara kali ini ada yang berbeda dari biasanya, selain tata upacara rutin dengan segala rangkainya baik petugas maupun kelengkapan upacara, namun untuk kali ini semua petugas yang biasanya diadakan gladi atau Latihan sehari sebelumnya, untuk kali ini semua petugas upacara langsung menempatkan dan mengambil posisi masing-masing.
Jika biasanya pelatihan atau gladi dilaksanakan hari Sabtu sebelum pulang sekolah sehingga pada hari pelaksaannya sudah siap semuanya, untuk petugas kali ini mulai dari pengibar bendera pembawa naskah Pancasila protokol dirigen dan lain-lain hamper semuanya adalah anak baru yang Sebagian besar belum pernah menjadi petugas upacara.
“Ya jelas ada yang kurang dalam pelaksanaannya tapi kami sengaja tidak melakukan gladi terlebih dahulu, dengan tujuan supaya anak-anak selalu siap menjadi petugas Ketika ada kegiatan,” ungkap Muflihatun selaku pelatih upacara dan waka kesiswaan MI Cokroaminoto 02 Bondolharjo.
Bertindak sebagai Pembina upacara adalah Kepala Madrasah dalam amanat upacaranya beliau menyampaikan “ucapan janji siswa yang kalian tirukan setiap upacara hari Senin merupakan janji kalian terhadap diri sendiri dan Allah SWT, sehingga mengandung konsekuensi tanggung jawab, pada kesempatan ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada anak-anaku, yang sudah mulai melaksanakan Amanah janji siswa pada point enam yang berbunyi disiplin, jujur dan bertanggung jawab, ini artinya dari hal yang kecil ini kalian sudah berani tampil dan bertanggung jawab untuk menjadi petugas upacara”
Pelaksanaan dan penerapan janji siswa di MI Cokroaminoto 02 Bondolharjo menggunakan istilah “satu tauldan lebih baik daripada 1000 ucapan, hal inilah yang dilakukan oleh semua tenaga pendidik, lebih banyak menjadi contoh atau role model dari pada banyak jargon dan ucapan.
Hal ini dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh peserta didik, mulai dari hal yang ringan dan sederhana, seperti melaksanakan Gerakan 3 S senyum, salam dan sapa bai kantar guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan guru dengan guru (mb)

