Banjarnegara – Selain matematika, salah satu mata pelajaran yang oleh siswa-siswa dirasa sulit adalah mata pelajaran IPA dimana salah satu bagian dari mapel IPA adalah fisika yang melibatkan banyak hitungan. Akibatnya, event kompetisi online untuk mata pelajaran ini pun cenderung tidak berani diikuti oleh banyak siswa. Sehingga capaian prestasi untuk mata pelajaran ini cenderung tidak terlalu banyak.
Novia Fajriati Alqomar salah satu guru pembimbing siswa berprestasi mata pelajaran IPA mengaku harus ekstra memotivasi siswa untuk berani mengikuti kompetisi.
“Betul, kami harus lebih telaten dan sabar dalam memberikan motivasi serta kepercayaan diri kepada anak-anak untuk berani mengikuti kompetisi online mata pelajaran IPA. Semoga ke depan kami akan berhasil meraih prestasi lebih banyak,” ungkap Novia Fajriati Alqomar.
Adapun salah satu ajang yang diikuti oleh siswa-siswa bimbingan prestasi mata pelajaran IPA adalah Indonesian Student Science Competition yang diselenggarakan oleh Science Olympiad Training. Diumumkan oleh guru pembimbing pada Senin (11/9) sebanyak 11 medali berhasil diraih, yaitu 2 medali perak, 6 medali perunggu dan 3 contender.
Sumiyati yang juga guru pembimbing mata pelajaran IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara memberikan apresiasinya.
“Selamat kepada seluruh siswa peserta kompetisi Indonesian Student Science Competition ini. Terima kasih telah berpartisipasi untuk mengikuti. Selamat bagi yang telah berhasil meraih medali dan bagi yang belum jangan kecil hati. Teruslah bersemangat untuk meraih prestasi selanjutnya,” ucap Sumiyati.
Muhammad Brian Ziyada El-Khair salah satu siswa peraih medali perak di ajang ini mengaku akan terus memperbaiki nilainya.
“Kali ini saya baru bisa mendapatkan medali perak. Semoga dilain waktu akan lebih baik lagi. Mohon bimbingannya selalu kepada ibu guru pembimbing, insya Allah saya akan terus mengikuti berbagai kompetisi mapel online yang diselenggarakan” ujar remaja yang akrab disapa Ziyada di kelasnya.
Sementara menurut Zalfa Ardelia Alfathunnisa, salah satu siswa peraih medali perunggu di ajang kompetisi mapel online ini mengaku masih belum mampu memberikan yang terbaik.
“Meskipun belum mampu memberikan yang terbaik tapi saya sangat bersyukur upaya saya masih menghasilkan predikat Raihan medali perunggu. Sebenarnya saya sangat didukung oleh keluarga terutama mama, semoga ke depan akan lebih banyak lagi ajang yang dapat saya ikuti,” tutur Zalfa di ruang kelasnya. (Fy)

