Tim Riset MTs N 1 Banjarnegara Rebut Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Banjarnegara – Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara tak henti-hentinya berjuang mengerahkan para peneliti-peneliti mudanya dalam berbagai ajang lomba karya tulis ilmiah. Salah satu ajang yang baru saja diikuti adalah ajang Nuclears yang diselenggarakan oleh SMAIT Nurul Fikri Bogor.

Mengirimkan 5 tim terbaiknya, Tim Riset Madtsansa berhasil meraih Juara 1 untuk kelompok Trouble Crusher yang beranggotakan Renata Aristawati dan Dayeera Afaurell Jasmine yang mengangkat penelitian dengan judul “Pengaruh variasi jenis naungan terhadap pertumbuhan dan produktivitas kentang dalam mengatasi fenomena embun upas di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara.”

Tri Widayati selaku koordinator Kelas Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara menyampaikan ungkapan syukurnya.

“Alhamdulillahirrobil’alamiin…akhirnya tim Renata dan Aurell berhasil mendapatkan kejuaraan yang selalu mereka dan kita impikan bersama. Belum meraih juara di ajang Myres dan OPSI tidak akan membuat kita menyerah. Untuk tim yang belum lolos, tetap semangat yaaa…semoga kesuksesan akan terus menyertai kita bersama. Aaamiin…” ucap Tri Widayati.

Eko Widodo selaku Kapala MTs Negeri 1 Banjarnegara mengapresiasi pencapaian siswa-siswi kelas unggulan Riset Madtsansa.

“Selamat, luar biasa! Pertahankan dan tingkatkan. Semoga kesuksesan di ajang ini akan terus menular ke ajang-ajang berikutnya yang akan diikuti. Buat tim yang belum berhasil meraih kejuaraan tentu jangan berkecil hati. Jalan masih panjang, insya Allah prestasi menanti.” ucap Eko Widodo antusias.

Sementara itu menurut Renata Aristawati yang ditemui tim warta Madtsansa di ruang kelasnya mengaku tak bisa menahan airmatanya.

“Alhamdulillah, akhirnya saya dan Aurel dapat memberikan catatan prestasi berupa gelar Juara 1 untuk Madtsansa tercinta. Lolos presentasi di ajang Myres dan Opsi tanpa gelar rasanya sedih banget. Alhamdulillah kali dapat mengobati. Terima doanya untuk seluruh keluarga besar Madtsansa,” ujar Renata penuh haru.

Senada dengan Renata, remaja yang akrab di sapa Uwel juga mengungkapkan rasa syukurnya.

“Masya Allah,… Sempat ada gangguan jaringan saat presentasi kemarin membuat saya dan Renata menangis…takut mengurangi nilai… sekarang lega dengan hasil seperti yang kita harapkan bersama. Alhamdulillah…” tutur Aurel. (fy)

Skip to content