Banjarnegara – 22 Juli 2025 para siswi dengan penuh ide-ide segar siap ramaikan madrasah dengan mading. Mading merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan berita terkini seputar kegiatan sekolah, prestasi siswa, jadwal penting, hingga informasi edukatif yang relevan dengan mata pelajaran. Lebih dari itu, mading juga menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan bakat dan minat mereka, baik dalam bentuk tulisan, gambar, maupun desain grafis.
Untuk mendukung program Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) aman, mading menjadi salah satu sarana sekolah untuk mengedukasi dan mensosialisasikan bagaimana PJAS kepada siswa, diharapkan informasi tentang PJAS dapat dengan langsung sampai kepada siswa sebagai pembaca. Dengan membaca informasi langsung di mading siswa akan memiliki pengalaman secara langsung dalam mencari informasi baru.
Berkolaborasi dengan para siswa Nabila Kirana dan Rizky Arbangi Nopi membimbing dan mengarahkan proses pembuatan mading. Konten yang dibuat seputar PJAS, Kesehatan di lingkungan sekolah, serta diselipkan juga isu bullying di dalam mading yang dibuat. Mading juga menjadi wadah bagi para siswa menuangkan ide dan kreasinya. Melalui mading ini Beauty, Raya, Bia dan Aline dapat dengan bebas mengekspresikan seni kedalam bentuk beragam.
“Isi konten yang ada di mading adalah seputar PJAS, tentang pangan yang sehat, juga kami sisipkan sosialiasi bahayanya bullying. Semoga pemahaman siswa akan lebih dalam lewat mading ini. Karena materinya tidak langsung ada dalam pelajaran yang spesifik bahas PJAS.” terang Nabila saat membimbing siswa membuat mading.
PJAS tidak secara langsung tertuang dalam mata pelajaran, namun menjadi bagian integral pendidikan kesehatan di MTs. Untuk itu MTs Negeri 1 Banjarnegara mengoptimalkan berbagai sarana untuk memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran siswanya. Dengan mading diharapkan informasi PJAS, kesehatan dan Bullying dapat secara strategis dijangkau dan menarik mata seluruh warga MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Siswa perlu memahami Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) karena ini adalah masa krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka, di mana nutrisi yang tepat sangat vital. Karena bukan hal yang jarang terjadi saat ini jajan yang beredar belum memenuhi standar aman dan sehat, pun juga siswa masih membeli jajanan yang berbahaya ataupun tidak bernilai gizi.
Pengetahuan tentang PJAS membantu mereka memilih jajanan yang aman dan bergizi, menghindari risiko keracunan atau dampak buruk dari bahan berbahaya, serta membentuk kebiasaan makan sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Dengan begitu, mereka bisa menjadi konsumen yang cerdas dan turut berkontribusi pada lingkungan sekolah yang lebih sehat.
Ide dan kreasi tanpa batas dituangkan melalui berbagai jenis konten seperti poster, cerpen, komik atau cerita bergambar.
“Kami membuat banyak jenis, ada poster, ada gambar, komik, cerpen, puisi juga ada. Sehingga pembaca nanti punya banyak pilihan” Jelas Nabila.
“Kita sudah mulai bikin dari pagi, kalau untuk ide dibantu Bu Nabila kita sudah siapin beberapa hari lalu” ungkap Beauty menceritakan prosesnya.
“Nanti pemasangan mading ada si 3 tempat. Yang pertama di depan 9H, kedua ada di deket laboratorium, ketiga ada di depan 9J” terang Aline ketika membuat mading.
Mading pertama menyajikan informasi jajanan sehat dan aman, ada banyak jenis informasi didalamnya. Mulai dari cara memilih jajanan dengan cerdas, tips hidup sehat, komposisi “Isi Piringku”, manfaat konsumsi ikan, dan juga ada puisi serta komik.
Mading kedua menyuguhkan info bullying. Tentu ini juga penting, isinya meliputi bahaya bullying, jenis-jenis bullying, ajakan untuk menghindari bullying. Mading ketiga akan dipenuhi oleh hasil karya siswa bertema kesehatan jajanan dan pangan.
Kehadiran mading sekolah tidak hanya sekadar memenuhi fungsi informatif, namun juga turut membentuk budaya literasi di lingkungan sekolah. Dengan tampilan yang menarik dan isi yang relevan, mading berhasil membuktikan bahwa di era digital ini, media cetak pun masih memiliki tempat istimewa di hati para pelajar. (Han)







