Arya, Juara 3 KSM Mapel Biologi Terintegrasi MA Nurul Hikmah Kalibening

Banjarnegara – Tiap anak memiliki keunikan yang tak bisa diprediksi, dalam hal ini tentang intelegensi. Keajaiban kembali terjadi di Madrasah Aliyah Nurul Hikmah Kalibening (MANH). Ketika diadakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM), guru mata pelajaran hanya menyeleksi 5 siswa, masing-masing untuk mengikuti KSM, yaitu satu peserta KSM mapel Matematika Peminatan, 1 peserta mapel Matematika Wajib, 1 peserta mapel Kimia, 1 peserta mapel Fisika dan 1 mapel Geografi.

Meski ada pilihan mapel Biologi, tapi tak ada yang maju mewakili mapel tersebut dikarenakan MANH tidak memiliki jurusan IPA. Hanya ada satu jurusan yaitu IPS. Dan mapel peminatan yang ada di MANH jurusan IPA hanya ada Fisika dan Kimia. Itu pun hanya diajarkan kepada siswa kelas X.

Ketika Ketua Delegasi MANH untuk KSM membagikan info para peserta KSM di kelas X, XI dan XII, ada satu siswa kelas XII, yaitu Arya, yang menanyakan KSM itu apa. Lalu karena mapel Biologi belum ada yang mengisi, maka ditawarinya ia untuk ikut. Waktu itu ia menolak dengan alasan mapel tersebut bukan bidang yang ia kuasai.

Namun ketika ada kesempatan Arya ke kantor, Ketua Delegasi kembali menawarkan apakah ia mau mengikuti KSM mapel Biologi. Arya pun menanyakan sistematikanya. Ketika ia tahu bahwa mengerjakannya secara daring di MAN 2, dan bahwa tidak ada tekanan untuk harus menang, ia pun setuju untuk ikut.

Dari sekian peserta, sebenarnya ia bukanlah peserta yang dijagokan. Karena ia sudah kelas XII dan terakhir ia mendapatkan pelajaran IPA adalah ketika ia kelas IX. Apa lagi saat itu ia merupakan anggota Paskibraka. Bahkan sehari sebelum pelaksanaan KSM ia masih sempat bimbang, mau ikut KSM atau ikut pengambilan foto dan seragam Paskib di Kalibening.

Namun ia berhasil meraih juara 3 dalam KSM mapel Biologi Terintegrasi. Bermodalkan Latihan soal KSM mapel Biologi tahun sebelumnya dan materi Biologi kelas X dan XI yang ia dapatkan dari guru mapel Biologi, ia bisa mendapatkan peringkat 3 tersebut.

Achmad Yafi’uddin, sebagai Kepala MANH menyatakan, “Mungkin karena tidak ada tekanan, sehingga Arya bisa belajar dengan tenang, nyaman dan enjoy. Tidak stress memikirkan materi mana yang harus dipelajari, dan tidak ada kekawatiran jangan-jangan materi yang dipelajari, tidak keluar di soal KSM”, tuturnya Ketika dikonfirmasi di Aula Kemenag Banjarnegara, Senin, 05/09/2022.

Di tempat yang sama, Jamaludin Latif selaku Waka Kesiswaan menambahkan, “Arya memiliki sifat yang unik. Ia bisa jadi pelupa dalam hal lain, misalnya, lupa tidak pakai masker walaupun sudah diingatkan sebelumnya, lupa seragam hari Sabtu seharusnya Pramuka, bukan OSIS, namun ia memiliki daya ingat yang cukup bagus untuk materi yang baru ia baca sekali”.

Disitulah keunikan sebuah intelegensi. Bagaimana bisa berawal dari ketidaksiapan bisa menghasilkan hasil yang mengejutkan? Karena tiap anak, memiliki keunikan. Dan tugas pendidiklah untuk menggalinya”, tutupnya. (asg).

Bagikan :
Translate »