Belajar Kreatif dengan Barang Bekas, Siswa 5D MIFABARA Pelajari Jenis dan Jumlah Sudut Melalui Praktik Langsung

Banjarnegara – Pembelajaran matematika di kelas 5D MIFABARA pada Kamis, 20/11 berlangsung sangat menarik dan kreatif. Dalam materi mengenal jenis dan jumlah sudut, siswa diajak untuk memanfaatkan barang bekas seperti kardus, bungkus jajanan, serta benda sederhana lainnya untuk membuat berbagai bangun datar. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berhitung, tetapi juga mendorong kreativitas dan kesadaran lingkungan sejak dini.

Pembelajaran dimulai dengan penjelasan guru mengenai konsep sudut, jenis-jenis sudut, serta bagaimana cara menentukan jumlah sudut dalam suatu bangun datar. Setelah itu, siswa diminta mengumpulkan barang bekas yang sudah mereka bawa dari rumah. Kardus bekas susu, kemasan makanan, hingga potongan kertas warna-warni dipilih sebagai bahan pembuatan bangun datar seperti segitiga, persegi, trapesium, hingga bangun tidak beraturan.

“Anak-anak hari ini saya ajak belajar dengan cara yang berbeda. Dengan menggunakan barang bekas, mereka bisa memahami konsep sudut secara nyata, bukan hanya melihat gambar di buku,” ujar guru matematika kelas 5D.

Setelah bangun datar berhasil dibuat, siswa mulai menghitung jumlah sudut dari masing-masing bentuk. Mereka menemukan bahwa setiap bangun memiliki jumlah sudut yang berbeda, sesuai dengan jenis bangunnya. Suasana kelas tampak hidup ketika siswa saling membandingkan hasil karya dan berdiskusi tentang bentuk mana yang memiliki sudut terbanyak atau sudut paling sedikit.

Tidak hanya itu, siswa juga belajar mengukur besar sudut menggunakan dua cara: satuan baku (busur derajat) dan satuan tidak baku (menggunakan benda sederhana seperti penggaris kecil atau lipatan kertas). Metode ini membantu siswa memahami bahwa sudut dapat diukur dengan berbagai pendekatan sebelum akhirnya diperkenalkan pada alat ukur baku yang lebih tepat.

“Belajar matematika dengan praktik seperti ini membuat anak lebih tertarik dan cepat memahami konsep. Mereka terlihat antusias dan saling membantu dalam mengukur sudut,” tambah guru matematika.

Kegiatan ditutup dengan presentasi singkat beberapa siswa yang menunjukkan bangun datar buatan mereka dan menjelaskan jumlah serta besar sudut yang berhasil dihitung. Pembelajaran hari ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa 5D dalam memahami konsep sudut secara lebih konkret dan bermakna.(nas)

Skip to content