Banjarnegara – Sabtu, 8/11 suasana ruang kelas 5C MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) tampak begitu hidup dan penuh warna. Meja-meja belajar tertata rapi dengan gulungan tali makrame berbagai warna di atasnya. Hari itu, para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran Seni Budaya bidang Seni Rupa dengan tema “Mengenal Jenis-Jenis Tali dan Simpul dalam Makrame.”
Makrame adalah salah satu bentuk seni rupa terapan yang memanfaatkan tali dan teknik simpul untuk menciptakan karya yang indah, seperti gantungan dinding, gelang, atau gantungan kunci. Dalam pembelajaran kali ini, siswa diperkenalkan pada empat jenis simpul dasar, yaitu simpul kepala, simpul tunggal, simpul rantai, dan simpul mati. Wali kelas 5C memandu secara perlahan agar setiap anak dapat memahami dan mempraktikkan langkah demi langkah dengan benar.
Sebelum praktik dimulai, guru menjelaskan terlebih dahulu fungsi dan ciri dari setiap jenis simpul. Setelah itu, siswa dibagi dalam kelompok kecil agar lebih mudah dalam berlatih dan saling membantu. Setiap kelompok menerima satu set tali makrame dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi petunjuk serta ruang dokumentasi hasil simpul. Dengan semangat tinggi, para siswa pun mulai memutar, melilit, dan mengikat tali sesuai arahan.
Wajah-wajah serius terlihat ketika mereka mencoba menyelesaikan simpul rantai yang memerlukan ketelitian lebih tinggi. Namun, suasana segera berubah menjadi riuh ketika simpul-simpul berhasil terbentuk dengan baik. “Dengan praktik langsung seperti ini, siswa lebih mudah memahami. Mereka belajar melalui pengalaman dan merasa puas dengan hasil karyanya,” tutur Rina wali kelas 5C.
Salah satu siswa, Risma, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Dulu saya kira semua simpul sama, ternyata berbeda-beda. Dengan praktik langsung, saya jadi bisa membedakan macam simpul dan bisa membuat gantungan kunci dengan mudah,” ujarnya sambil memperlihatkan hasil karyanya yang rapi.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal berbagai jenis simpul, tetapi juga memahami bahwa seni rupa dapat hadir dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.
Dengan semangat berkarya dan rasa ingin tahu yang tinggi, pembelajaran Seni Rupa di kelas 5C hari itu menjadi bukti bahwa seni bukan sekadar menggambar di atas kertas, tetapi juga tentang mencipta, berproses, dan menemukan keindahan dalam setiap simpul yang terjalin.(rin/nas)







