Banjarnegara — Dua guru dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Mubtadi’in (MI MIMUB), Kecamatan Purwareja Klampok, yakni Rini Susanti dan Isnata Lafifah, mendapat kepercayaan menjadi Learning Partner dalam kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru MI (KKGMI) Kecamatan Susukan dan Purwareja Klampok. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 8/11/ 2025, di MIN 1 Banjarnegara.
Acara diikuti oleh 171 guru MI dari 17 madrasah, terdiri dari 11 MI di Kecamatan Purwareja Klampok dan 6 MI di Kecamatan Susukan. Kegiatan diseminasi ini bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan yang menekankan kasih sayang, empati, dan pembelajaran bermakna dalam proses pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Rini Susanti, guru kelas 3 MI MIMUB, berkesempatan menjadi Learning Partner untuk guru kelas 1. Ia menyampaikan bahwa pengalaman ini merupakan hal baru yang sangat berharga baginya.
“Ini pertama kalinya saya menjadi Partner Belajar dalam kegiatan KKGMI. Pengalaman ini sangat menantang sekaligus menyenangkan karena bisa saling berbagi dan belajar bersama guru-guru hebat dari madrasah lain,” ungkap Rini.
Sementara itu, Isnata Lafifah bertugas sebagai Partner Belajar untuk guru kelas 3. Kedua guru MI MIMUB ini memberikan materi tentang penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian dalam setiap langkah pembelajaran.
Salah satu peserta, Mujirah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Dari materi diseminasi, saya jadi lebih paham langkah-langkah menginsersi muatan cinta dalam modul pembelajaran. Penjelasannya sangat jelas dan mudah diterapkan,” tuturnya.
Kepala MI MIMUB, Agus Priyatno, turut menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan dua guru andalannya dalam kegiatan ini.
“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik. Tidak semua guru mendapat peluang untuk berbagi ilmu di tingkat kecamatan. Saya sangat bangga dua guru kami dipercaya menjadi Learning Partner,” ujarnya.
Kegiatan diseminasi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolaborasi dan memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih menyentuh hati dan bermakna bagi para peserta didik. (rs)







