Bimbingan Penyuluhan di PKH Kalitlaga, Penyuluh KUA Pagentan Ingatkan Konsep “Agar Tidak Tertukar”

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, mengadakan kegiatan bimbingan penyuluhan kepada kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Nganjir, Desa Kalitlaga, pada Selasa (9/6/2026). Bertempat di kediaman salah satu peserta, Nur Hidayati, kegiatan ini dihadiri oleh 21 orang anggota PKH serta seorang pendamping PKH setempat, Gatot Aribowo.

Dalam penyuluhannya, M. Syaiful Abidin mengusung tema yang cukup menarik perhatian jamaah, yaitu “Agar Tidak Tertukar”. Tema ini mengupas tentang bagaimana seorang hamba seharusnya menata hati dan menempatkan porsi yang tepat antara usaha manusiawi dan sandaran spiritual kepada Sang Pencipta dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.

“Manusia dituntut mampu memposisikan dirinya di hadapan Tuhannya. Saat menghadapi apapun, adukan ke Tuhan, lakukan usaha ikhtiyar, lalu lupakan usaha dan hanya ingat Dia saja,” ujar Syaiful dalam penyampaian materinya.

Ia menambahkan bahwa seringkali manusia merasa cemas karena tertukar dalam menempatkan prioritas hati, di mana mereka lebih mengandalkan kekuatan usahanya sendiri daripada berserah diri kepada Allah SWT setelah berikhtiar maksimal.

Kegiatan bimbingan ini berlangsung dengan khidmat dan mendapat apresiasi positif dari para peserta maupun pihak pengelola PKH. Kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah kelompok masyarakat binaan dinilai sangat efektif untuk memperkuat mental dan spiritual warga, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.

Gatot Aribowo, selaku Pendamping PKH Desa Kalitlaga yang turut memantau perkembangan program ini, memberikan tanggapannya mengenai dampak positif dari bimbingan keagamaan tersebut bagi para anggota.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Materi seperti ini sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu anggota PKH agar mereka tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi ujian hidup,” ungkap Gatot Aribowo.

Melalui sinergi antara KUA Pagentan dan pendamping PKH, diharapkan kegiatan penyuluhan seperti ini dapat terus berjalan secara konsisten guna menciptakan masyarakat yang mandiri, religius, dan sejahtera.

(msa/azd)

Skip to content