Kisah Refiana & Refan dari Bawang: Meski Terlambat Bimwin, Tetap Gas Pol Menuju Keluarga Samawa!

Banjarnegara (Humas) – Membangun mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (samawa) tentu menjadi impian setiap pasangan kekasih. Begitu pula dengan pasangan berbahagia asal Desa Winong, Kecamatan Bawang, Refiana Safitri dan Refan Nurdiansyah. Meski sempat mengalami keterlambatan dalam mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan api semangat keduanya untuk melangkah mantap ke pelaminan. (11/6/2026)

Bimwin sendiri merupakan program krusial yang diwajibkan oleh Kementerian Agama bagi para calon pengantin (catin). Program ini dirancang sebagai “bekal perang” agar pasangan memahami manajemen konflik, kesehatan reproduksi, hingga finansial keluarga.

Karena satu dan lain hal terkait teknis dan kesibukan, Refiana dan Refan memang tidak bisa mengikuti jadwal Bimwin secara reguler bersama pasangan lainnya di awal. Namun, alih-alih pasrah atau menganggapnya angin lalu, pasangan ini justru menunjukkan komitmen luar biasa. Begitu ada kesempatan susulan, mereka langsung “gas pol” menyerap semua ilmu yang diberikan oleh fasilitator.

“Awalnya sempat khawatir karena terlambat ikut (Bimwin). Tapi setelah masuk dan mengikuti, materinya seru banget dan sangat membuka pikiran. Ini modal penting banget buat kami berdua biar tidak kaget setelah sah nanti,” ujar Refan dengan senyum sumringah di sela-sela kegiatan.

Semangat membara yang ditunjukkan oleh sejoli asal Winong ini pun mendapat apresiasi dari petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang Tatang Ibnu Syampurno. Tatang menyebutkan bahwa antusiasme seperti inilah yang patut dicontoh. Keterlambatan administrasi atau waktu bukan berarti mengurangi kualitas persiapan mental dalam membina rumah tangga.

Dengan bekal ilmu yang telah didapatkan, Refiana dan Refan kini siap mengarungi bahtera rumah tangga dengan fondasi yang lebih kokoh. Kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa untuk urusan kebaikan dan masa depan keluarga, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

(Mfm/azd)

Skip to content