Banjarnegara (Humas) – Pertemuan kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Krandegan kali ini terasa berbeda dan menyejukkan. Tidak hanya membahas mengenai bantuan sosial dan urusan ekonomi, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH juga mendapatkan siraman rohani yang mendalam dari Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, pada hari Kamis (4/6).
Dalam kajian yang berlangsung interaktif tersebut, penyuluh mengangkat tema yang sangat relevan dengan harapan jamaah: “Ketuk Pintu Langit: Tata Cara Salat Duha dan Keutamaannya.” Di hadapan ibu-ibu KPM PKH, ia memaparkan secara detail panduan praktis salat Duha yang sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga doa khusus setelah salat.
“Salah satu ikhtiar spiritual terbaik untuk membuka pintu rezeki dan mendatangkan ketenangan jiwa. Lakukan ibadah ini dengan tulus, bukan sekadar mengharap materi,” tutur penyuluh.
“Salat Duha adalah bentuk syukur kita atas setiap persendian tubuh. Jika kita istikamah dan menjaga salat ini, Allah SWT tidak hanya menjamin kecukupan rezeki kita hari itu, tetapi juga memberikan keberkahan dalam keluarga,” jelasnya yang disambut anggukan khidmat para peserta.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga PKH yang hadir untuk menjadikan salat Duha sebagai rutinitas harian di rumah masing-masing. Menurutnya, bantuan materi dari pemerintah harus diimbangi dengan penguatan spiritual agar mampu membawa perubahan hidup yang hakiki.
Suasana haru sekaligus optimis terpancar dari wajah para ibu KPM PKH. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya mengenai waktu terbaik pelaksanaan salat Duha. Melalui sinergi program sosial dan keagamaan ini, KUA Banjarnegara berharap KPM PKH tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga kaya secara hati dan spiritual.







