Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rakit, sebagai pendamping lapangan program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) dari Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Baznas RI, melaksanakan kegiatan supervisi dan monitoring terhadap sejumlah penerima manfaat program di wilayah Kecamatan Rakit. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat, 25 April 2025 dan akan dilanjutkan pada Selasa, 29 April 2025.
Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan usaha para penerima bantuan, sekaligus mengevaluasi efektivitas penggunaan dana yang telah disalurkan. Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama mendatangi langsung para pelaku usaha kecil yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan modal usaha melalui program PEU.
Hari Pertama (Jumat, 25 April 2025) Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan menyasar berbagai jenis usaha:
Kunjungan dimulai di Desa Lengkong, dengan meninjau kegiatan usaha pedagang sayur milik Ibu Lindayanti. Usaha ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan dana PEU yang berkembang secara aktif dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal. Selanjutnya, penyuluh mengunjungi usaha pengrajin kayu milik Bapak Saeun yang juga berlokasi di desa yang sama. Usaha pengolahan kayu tersebut menunjukkan progres yang baik dan berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya.
Masih di Desa Lengkong, penyuluh juga melakukan peninjauan ke lapak penjual makanan ringan milik Ibu Yayah. Lapak sederhana yang menjajakan pentol dan makanan siap saji ini memperlihatkan antusiasme wirausaha perempuan yang berdaya dan mandiri dalam menopang perekonomian keluarga.
Setelah dari Lengkong, tim melanjutkan kunjungan ke Desa Gelang untuk melihat langsung perkembangan usaha sembako milik Ibu Nadia. Dalam supervisi tersebut, diperoleh informasi bahwa bantuan yang diterima sangat membantu dalam pengadaan stok barang dan meningkatkan pendapatan harian.
Perjalanan dilanjutkan ke Desa Kincang untuk melakukan supervisi ke kelompok peternak ikan “Mina Lestari” yang dikelola oleh Ibu Nur Laeli. Unit usaha ini bergerak di bidang budidaya ikan konsumsi dan telah berhasil memperluas kolam serta meningkatkan kapasitas produksi sejak mendapat bantuan.
Di akhir kegiatan hari pertama ini, penyuluh mengunjungi usaha sembako milik Febri di Desa Bandingan. Supervisi ini menunjukkan bahwa pelaku usaha telah mampu mengatur perputaran modal dengan baik serta menjaga stabilitas usahanya di tengah tantangan ekonomi.
“Program PEU ini tidak hanya soal ekonomi, tapi juga bagian dari ikhtiar memberdayakan umat agar lebih mandiri dan sejahtera, tentunya disertai dengan nilai-nilai agama,” ujar Fatma salah satu penyuluh dalam sesi pendampingan.
Kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari komitmen KUA Kecamatan Rakit dan para penyuluh agama dalam mendukung tercapainya kemandirian ekonomi umat berbasis keagamaan. Dengan adanya supervisi ini, diharapkan program dapat berjalan dengan tepat sasaran, transparan, dan membawa manfaat berkelanjutan. Selain itu, penyuluh juga memberikan motivasi dan pembinaan spiritual agar para penerima manfaat mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan berkah. (if)

