DWP MTs N 1 Banjarnegara Ikuti Pembinaan Moderasi Beragama Oleh Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah Beserta Istri

Banjarnegara – Berbicara mengenai keluarga seringkali dikaitkan dengan kata sakinah. Sakinah merupakan sebuah harapan, sebuah doa untuk sebuah keluarga atau pasangan suami istri ketika mendapat sesuatu yang kurang baik maka dia akan menutup perasaan dan lidahnya agar tidak melakukan kegiatan yang tidak terpuji sehingga hubungan dalam membina keluarga bisa awet. Dibingkai dalam acara Pembinaan Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara menghadiri kegiatan tersebut.

Acara ini begitu spesial karena dihadiri oleh kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mustain Ahmad beserta istri, Linda Mustain Ahmad. Pembinaan ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dengan mengutus dua orang. Mengusung tema “Moderasi Beragama Menuju Penguatan Keluarga Sakinah”. Bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (13/6) Linda mengucapkan terima kasih kepada DWP Banjarnegara yang sudah aktif dalam kegiatan-kegiatan rutinnya.

Selanjutnya Mustain Ahmad memberikan pembinaan bahwa kita harus selalu bersyukur karena sudah diberi lingkungan kerja yang baik. Bahwa yang ada di orang lain itu terlihat indah, begitu juga orang lain melihat kita, inilah Islam washatiyah yaitu Islam Rahmatan lil Alamin. Berkaitan dengan Islami wasatiyah ini Mustain Ahmad mengatakan bahwa dalam beragama tidak boleh asal dan harus jelas asal-usul sumber pengetahuannya.

“Kita bisa melihat, menyoroti banyaknya fenomena orang yang belajar agama melalui media sosial yang akhirnya memberi pemahaman yang keliru sehingga berpotensi menyesatkan diri sendiri dan orang lain. Maka kita harus hati-hati dalam menyortir informasi berkaitan denga  agama, keyakinan kita,” ujar Mustain Ahmad.

Peserta pembinaan juga diberi pemahaman tentang indikator moderasi beragama. Indikator-indikator tersebut yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan penerimaan terhadap budaya. (rin/ak)