Banjarnegara (Humas) – Pentingnya membangun kesadaran spiritual dalam mengelola rezeki dan menjaga ketahanan keluarga menjadi topik utama dalam pencerahan keagamaan yang digelar di Desa Plumbungan. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, hadir memberikan bimbingan serta motivasi rohani kepada puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada Jumat (11/9/2025). Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini mengusung tema relevan dan menggugah, “Menggapai Rezeki Berkah: Mengubah Keterbatasan Menjadi Rasa Syukur dan Kemandirian Keluarga.”
Dalam penyampaian materinya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa ukuran keberkahan rezeki tidak semata-mata dilihat dari nominal angka, melainkan dari ketenangan jiwa, kesehatan, serta kemampuannya dalam membawa kedamaian di dalam rumah tangga. Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memupuk rasa syukur dan memanfaatkan bantuan pemerintah sebagai batu loncatan menuju kemandirian ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariat.
“Bantuan materi yang diterima hari ini adalah sarana penunjang, namun pendorong utama keberkahan hidup adalah rasa syukur dan kerja keras yang diiringi doa. Ketika kita mampu mengelola rezeki yang ada dengan bijak, tidak mengeluh, dan terus berusaha meningkatkan taraf hidup, Allah SWT akan membuka pintu-pintu kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka,” papar Alfiana Nurhidayah di hadapan para peserta.
Suasana kegiatan di Plumbungan tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban. Para peserta tampak antusias menyimak setiap poin arahan, serta aktif berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan anak dan pengelolaan keuangan rumah tangga di tengah keterbatasan.
Pendamping PKH Desa Plumbungan, Niken Saraswati, yang turut hadir mendampingi jalannya acara, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dan kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan. Menurutnya, sentuhan nilai agama sangat dibutuhkan untuk memperkuat mental para penerima manfaat.
“Kami sangat berterima kasih atas pencerahan dari Ibu Alfiana. Pendampingan PKH tidak hanya cukup secara administratif dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan secara spiritual. Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan memberikan motivasi moral yang luar biasa agar para KPM senantiasa optimis, mandiri, dan berdaya,” tutur Niken Saraswati.
Melalui kegiatan penyuluhan terpadu ini, KUA Pagentan bersama pendamping PKH berharap masyarakat Desa Plumbungan semakin memiliki ketahanan keluarga yang kokoh, baik dari segi mental, spiritual, maupun ekonomi. Acara bimbingan tersebut diakhiri dengan mushafahah dan doa bersama demi kesejahteraan seluruh warga Desa Plumbungan.
(an/azd)







