Seni Mengayomi Keluarga: KUA Pagentan Gaungkan Pengelolaan Emosi di Majelis Taklim An-Nur Metawana

Banjarnegara (Humas) – Pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga melalui pengelolaan emosi dan komunikasi islami menjadi fokus utama dalam pencerahan keagamaan yang digelar di Desa Metawana. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, hadir memberikan bimbingan spiritual kepada puluhan jemaah Majelis Taklim An-Nur pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini mengusung tema menarik, “Membangun Syurga di Rumah: Seni Mengelola Emosi dan Menjaga Lisan dalam Keluarga Sakinah.”

Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa rumah tangga yang bahagia tidak diukur dari tiadanya masalah, melainkan dari sejauh mana pasangan suami istri mampu menyelesaikan konflik dengan ketaqwaan dan kepala dingin. Menurutnya, lisan dan emosi adalah dua kunci utama yang menentukan arah keharmonisan sebuah keluarga.

“Rumah kita adalah madrasah pertama sekaligus tempat berlindung paling aman. Namun, satu ucapan yang kasar atau emosi yang tak terkontrol bisa menghancurkan bangunan keharmonisan yang telah dibina bertahun-tahun. Islam mengajarkan kita untuk menahan amarah dan memilih kata-kata yang menyejukkan hati agar keberkahan senantiasa hadir di tengah keluarga,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jemaah.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para ibu-ibu jemaah Majelis Taklim An-Nur tampak antusias menyimak materi serta aktif bertanya dalam sesi diskusi mengenai cara menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga sehari-hari.

Ketua Majelis Taklim An-Nur, Tati Susmiyatun, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan tersebut. Ia menilai materi yang dibawakan sangat relevan dengan kebutuhan para jemaah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Alfiana dari KUA Pagentan. Materi yang disampaikan hari ini sungguh menyentuh hati dan membuka wawasan kami para ibu. Penjelasannya mudah dipahami dan memberikan solusi praktis agar kami bisa lebih sabar serta bijak dalam mendidik anak dan mendampingi suami di rumah,” ungkap Tati Susmiyatun.

Melalui kegiatan bimbingan berkala ini, KUA Pagentan berharap Majelis Taklim An-Nur Metawana dapat terus menjadi benteng penguat moral dan ketahanan keluarga masyarakat lokal. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kedamaian seluruh keluarga jemaah dan warga Desa Metawana.

(an/azd)