Guru MI Al Fatah Parakancanggah Dampingi Agasya Terima Santunan Lebaran Yatim, Wujud Kepedulian untuk Menguatkan Asa

Banjarnegara – Rasa haru dan syukur menyelimuti keluarga besar MIFABARA ketika salah satu peserta didiknya, Agasya Anugrah Ilmiya, menerima santunan dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan LAZISNU dan LAZISMU.

Dalam kegiatan tersebut, guru MIFABARA turut mendampingi Agasya sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral agar ia dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat. Kegiatan ini diikuti oleh 118 anak yatim dari jenjang RA dan MI se-Kabupaten Banjarnegara, dan Agasya menjadi satu-satunya peserta didik yang mewakili MI Al Fatah Parakancanggah.

Bagi MIFABARA, pendampingan tersebut bukan sekadar menemani peserta didik menerima santunan, tetapi juga menjadi wujud kasih sayang madrasah kepada setiap anak. Kehadiran guru di sisi Agasya diharapkan mampu memberikan rasa percaya diri serta menunjukkan bahwa madrasah selalu hadir sebagai keluarga kedua yang siap mendampingi setiap langkah peserta didiknya.

Ketua panitia, Ana, kegiatan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program santunan tahun ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak terhadap anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan penerima manfaat. Harapan kami, pada tahun mendatang jumlah penerima santunan dapat mencapai lebih dari dua ribu anak, sehingga semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebahagiaan melalui program ini,” ungkapnya.

Guru pendamping MIFABARA menyampaikan bahwa santunan bukan hanya bernilai materi, melainkan juga menjadi penguat semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita.

“Kami berharap Agasya tumbuh menjadi anak yang kuat, mandiri, dan terus berprestasi. Semoga perhatian dari berbagai pihak ini menjadi penyemangat untuk terus melangkah dengan penuh optimisme. Kami juga mendoakan agar semakin banyak anak yatim yang mendapatkan kesempatan merasakan kebahagiaan melalui program-program kebaikan seperti ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini, MI Al Fatah Parakancanggah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semoga sinergi antara Kementerian Agama, LAZISNU, LAZISMU, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin kuat sehingga semakin banyak anak yang dapat merasakan hangatnya kasih sayang dan perhatian dari lingkungan sekitarnya.(nas)

Skip to content