Banjarnegara – Guru MIFABARA, Nani yang merupakan pengurus KKG-MI Kabupaten Banjarnegara, turut mengikuti rapat koordinasi (rakor) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjarnegara bersama KKG MI dan KKG PJOK tingkat kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan di RM. Lazida dengan suasana santai “ngopi bareng”, namun tetap menghadirkan pembahasan yang berkualitas dan penuh makna.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus penyampaian latar belakang rakor oleh Ketua KKMI, Suharno. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi yang kuat antara KKMI, KKG MI, dan KKG PJOK.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam memajukan bidang akademik serta seni dan olahraga, sehingga mutu madrasah dapat terus meningkat,” ujarnya.
Suasana diskusi berlangsung menarik dengan berbagai gagasan konstruktif dari masing-masing perwakilan. Dari KKG MI, menyampaikan rencana kegiatan yang mencakup pendalaman kurikulum, implementasi pembelajaran, hingga mendorong output berupa prestasi guru dan siswa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Sementara itu, perwakilan KKG PJOK juga menyampaikan evaluasi program yang telah berjalan serta rencana ke depan, salah satunya pelatihan kurikulum khusus PJOK. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru olahraga sekaligus melahirkan siswa yang sehat, aktif, dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Eko, pengurus KKMI menyampaikan bahwa setiap peran memiliki kontribusi penting.
“KKMI sebagai penggerak kebijakan, KKG MI sebagai penguat akademik, dan KKG PJOK sebagai pengembang potensi fisik serta karakter siswa. Jika ketiganya berjalan beriringan – iringan, maka manfaatnya akan sangat besar bagi kemajuan madrasah,” ungkapnya.
Rakor ini menjadi wadah yang menguatkan manfaat tiap peran masing-masing, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya sebatas program, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antar pendidik.
Dani Restiadji, menyampaikan formulasi peran antara KKMI dan KKG. Dimana KKMI berperan sebagai manajemen, kebijakan, dan legalitas kegiatan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat saling memberikan manfaat dan bergerak menuju tujuan yang sama, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Suharno. Kolaborasi ini adalah kunci kemajuan madrasah ke depan,” tuturnya.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan sinergi antar lembaga semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah, baik di bidang akademik maupun olahraga, secara berkelanjutan.(nas)







