IHT MA Swasta Wilayah Atas, Tingkatkan Kemampuan Guru Dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Banjarnegara – Nurlaela Isnaeni, pengawas MTs/MA Kabupaten Banjarnegara menjadi nara sumber dalam In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka untuk jenjang MA swasta Wilayah Atas, Jum’at, 28/07/2023.

IHT yang dihadiri oleh 28 guru termasuk Kepala Madrasah dari MA Cokroaminoto Karangkobar, MA Ma’arif NU Wanayasa dan MA Nurul Hikmah Kalibening itu bertempat di MA Cokroaminoto Karangkobar dari jam 08.00 hingga 16.00 WIB.

Mochammad Sukur, selaku Kepala MA Cokroaminoto Karangkobar menyatakan dukungan sepenuhnya atas terselenggaranya IHT di madrasahnya,

“Kegiatan ini sudah jauh-jauh hari diagendakan dan alhamdulillah bisa terlaksana disini dengan menghadirkan nara sumber langsung kepada yang berwenang yaitu ibu Pengawas MTs/MA. Semoga acara ini bisa menjadi ajang bertukar pikiran dan saling bersinergi antara Madrasah Aliyah Swasta Wilayah Atas dalam berbagi ilmu pengetahuan di kurikulum merdeka ini”, sambut beliau.

”Salah satu kekhasan proyek lintas disiplin ilmu di madrasah adalah menambahkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam P5. Nilai Rahmatan lil ‘Alamin merupakan prinsip-prinsip sikap dan cara pandang dalam mengamalkan agama agar pola keberagamaan dalam konteks berbangsa dan bernegara berjalan semestinya sehingga kemaslahatan umum tetap terjaga seiring dengan perlindungan kemanusiaan dalam beragama. Projek Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin yang terintegrasi dalam Profil Pelajar Pancasila bermaksud memastikan cara beragama lulusan madrasah bersifat moderat (tawassuṭ)”, jelas Nurlaela ketika dikonfirmasi, Jum’at (28/07)

“Ada 8 tema yang bisa dipilih untuk materi P5. Silahkan tonjolkan dan tampilkan ke-khasan madrasah masing-masing. Madrasah harus punya brand, punya merk, yang menonjolan ciri kekhasan madrasah tersebut. Sebagai contoh, MA Ma’arif NU Wanayasa yang mata pencaharian warga sekitarnya mayoritas sebagai tukang kayu, bisa memilih tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Siswa bisa digembleng untuk menampilkan hasil karya dari kayu sesuai kreasi mereka, bisa berupa dudukan HP, hiasan dinding, atau rak dari kayu”, papar Nurlaela.

“Untuk MA Nurul Hikmah Kalibening, yang penduduknya dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, sangat menyukai kesenian hadroh (rebana), bisa menampilkan festival hadroh, baik penampilan permainan rebana dan iringan sholawatannya, maupun kreasi membuat hasil karya seni rupa berupa terbang (genderang) dengan berbagai bentuk, ukuran dan varian”, tambahnya.

IHT diisi pula oleh presentasi dari dua kelompok kerja yang memaparkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) mata pelajaran agama dan umum.

“Semoga dengan terlaksananya IHT implementasi kurikulum merdeka ini, dapat meningkatkan kemampuan guru dalam belajar menyusun perangkat pembelajaran serta meningkatkan kompetensi peserta didik dalam merdeka belajar,” tutupnya. (asg)