jurnal siswa MTs Muh Merden

Jurnal Harian Siswa, Solusi MTs Muhammadiyah Merden Pantau Kegiatan Siswa Semasa PPKM Darurat

Banjarnegara– Berlakunya PPKM menyebabkan berlanjutnya proses pembelajaran yang dilakukan secara daring. Hal itu tentunya lagi-lagi membuat sebagian besar siswa kurang maksimal memperoleh materi pembelajaran. Selain itu, tidak sedikit wali murid yang mengeluhkan bahwa putra/putrinya terlalu sering bermain gadget dikarenakan tidak berlangsungnya kegiatan sekolah. Dengan adanya hal ini, MTs Muhammadiyah Merden memberikan penugasan kepada siswanya untuk menulis jurnal harian dengan maksud untuk memantau kegiatan apa saja yang dilakukan oleh siswa selama di rumah (14/7) sampai (24/7).

Dalam isi jurnal harian, siswa ditugaskan untuk membuat rincian kegiatan sehari-hari disertai dengan waktu pelaksanaannya. Selain itu siwa juga ditugaskan untuk membuat target harapan yang akan dicapai dalam kurun waktu dekat maupun jauh.

Dalam proses pembuatannya, Soleh Santosa selaku Kepala Madrasah mengarahkan anak didiknya untuk mengkonsultasikan jurnal itu kepada Wali Kelas ataupun Wali Murid “Konsultasikan hasil tugas kalian/ pekerjaan kalian kepada wali kelas atau pembimbing kalian. Beritahukan kepada orang tua dan mintalah mereka untuk memberi motivasi pada kalian,” pesannya.

Pada awal pengerjaan beberapa siswa ada yang masih kebingungan dan mengajukan beberapa pertanyaan seperti “Target pencapaiannya apa ya Bu?” atau ada juga yang mencontohkan “Semisal saya pengin hafalan, berarti ditulis target hafalannya ya Bu?”. Namun perlahan anak-anak terbiasa mencatat kegiatan sehari-harinya.

Riza, selaku salah satu Wali Murid kelas 8 mengatakan bahwa semoga dengan adanya jurnal ini dapat memantau dan mengontrol kegiatan siswa selama menjalankan pembelajaran secara daring. “Saya harap jurnal harian ini dapat menjadi salah satu cara guru untuk mengontrol apa saja kegiatan yang dilakukan siswa selama di rumah. Selain itu saya juga berharap ini dapat menjadi media anak-anak untuk melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri, dengan melihat ada atau tidak kemajuan atau capaian yang diraihnya selama di rumah,” harapnya.

“Saya harap, ini bisa menjadi cara ataupun solusi kita untuk mengontrol dan mengarahkan anak-anak untuk teap melaksanakan hal-hal positif selama dirumah. Sehingga waktu luangnya tidak terbuang dengan sia-sia,” tambahnya (rks/ak)